Emilianus Jehadus
Pendidikan Matematika, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI PENDAMPINGAN BELAJAR LITERASI DAN NUMERASI SISWA SMP Emilianus Jehadus; Maria Rosari Intan Purnama; Gabariela Purnama Ningsi; Eufrasia Jeramat; Maria Felani Jahul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27413

Abstract

Abstrak: Kemampuan literasi numerasi merupakan keterampilan dasar yang esensial bagi individu untuk menyelesaikan berbagai tantangan sehari-hari. Selain penting bagi perkembangan individu, literasi dan numerasi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Mengingat pentingnya keterampilan ini, para pemangku kepentingan di bidang pendidikan perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Untuk tujuan tersebut, tim pengabdian dari Unika Santu Paulus Ruteng melaksanakan program pendampingan belajar menggunakan metode inovatif, seperti video animasi matematika dan kegiatan literasi bersama. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMPK St. Petrus Ruteng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengajaran (ceramah dan diskusi) dan nonton video animasi bersama. Program ini melibatkan 24 siswa. Dalam kegiatan ini, tim pengabdiang menggunakan angket untuk mengevaluasi kemampuan literasi, kemampuan numerasi, motivasi, minat dan kecemasan siswa terhadap matematika. Angket diberikan sebelum dan sesudah pendampingan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata kemampuan literasi dari 15% menjadi 29%, kemampuan numerasi dari 10% menjadi 23%, motivasi dari 7% menjadi 32%, serta minat belajar matematika dari 13% menjadi 24%. Selain itu, kecemasan terhadap pembelajaran matematika menurun dari 36% menjadi 25%. Temuan ini diperkuat oleh observasi tim selama program berlangsung. Meskipun pendampingan selama satu bulan memberikan dampak positif, program lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam kemampuan literasi dan numerasi, motivasi, minat belajar, serta penurunan kecemasan siswa terhadap pembelajaran matematika.Abstract: Numeracy and literacy skills are fundamental competencies essential for individuals to tackle various daily challenges. In addition to being crucial for personal development, literacy and numeracy also contribute significantly to the social and economic progress of communities. Recognizing the importance of these skills, stakeholders in the education sector need to take strategic steps to enhance students' literacy and numeracy abilities. To achieve this goal, a community service team from Unika Santu Paulus Ruteng implemented a learning assistance program using innovative methods such as animated mathematics videos and joint literacy activities. The partner for this program was SMPK St. Petrus Ruteng. The methods employed in this initiative included teaching (lectures and discussions) and watching animated videos together. The program involved 24 students. In this activity, the community service team used questionnaires to evaluate students' literacy and numeracy skills, motivation, interest, and anxiety toward mathematics. The questionnaires were administered both before and after the learning assistance program. The results showed significant improvements: the average literacy skill increased from 15% to 29%, numeracy skill from 10% to 23%, motivation from 7% to 32%, and interest in learning mathematics from 13% to 24%. Additionally, anxiety toward mathematics learning decreased from 36% to 25%. These findings were reinforced by the team’s observations during the program. Although the one-month assistance program had a positive impact, further programs are necessary to ensure sustainable improvement in literacy and numeracy skills, motivation, interest in learning, and the reduction of students' anxiety toward mathematics.
TRANSFORMASI PRAKTIK PEMBELAJARAN MENJADI ARTIKEL ILMIAH: PENDAMPINGAN PENULISAN PTK BAGI GURU KOMUNITAS SIAGA Ferdinandus Ardian Ali; Maximus Tamur; Kristianus Viktor Pantaleon; Kanisius Mandur; Fulgensius Efrem Men; Emilianus Jehadus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42811

Abstract

Abstrak: Keterbatasan guru dalam mendokumentasikan praktik pembelajaran dalam artikel ilmiah menjadi salah satu hambatan dalam penguatan budaya penelitian di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Komunitas SIAGA Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT dalam memahami, merancang, melaksanakan, menganalisis data, serta menulis artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini melibatkan 17 guru mitra dan dilaksanakan secara daring melalui workshop serta pendampingan penulisan PTK. Sebelum kegiatan, peserta mengisi angket untuk memetakan kompetensi awal pada 4 aspek, yaitu pemahaman PTK, perancangan dan pelaksanaan PTK, analisis data PTK, dan penulisan artikel PTK. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif melalui persentase capaian pada setiap aspek kompetensi. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam memahami PTK mencapai 85%, merancang dan melaksanakan PTK mencapai 76%, serta menganalisis data PTK mencapai 80%. Sementara itu, kompetensi menulis artikel PTK mencapai 60%, menunjukkan bahwa kemampuan mentransformasikan hasil praktik dan penelitian kelas ke dalam naskah ilmiah masih menjadi tantangan utama. Keterbatasan terutama terlihat pada kemampuan teknis penulisan akademik dan pengelolaan referensi menggunakan aplikasi seperti Mendeley. Temuan ini menegaskan perlunya keberlanjutan pendampingan PTK yang diarahkan tidak hanya pada aspek metodologis, tetapi juga pada literasi publikasi dan manajemen referensi agar praktik pembelajaran guru dapat terdokumentasi menjadi karya ilmiah yang berkelanjutan.Abstract: Teachers' limited ability to document instructional practices in scholarly articles poses a significant obstacle to fostering a research culture within schools. This community service initiative aimed to enhance the competencies of teachers from the SIAGA Community in Satar Mese District, Manggarai Regency (East Nusa Tenggara), specifically regarding the understanding, design, implementation, data analysis, and article writing associated with Classroom Action Research (CAR). The program involved 17 participating teachers and was conducted online through workshops and guided CAR writing sessions. Prior to the activities, participants completed a questionnaire to assess their baseline competencies across four areas: understanding CAR, designing and implementing CAR, analyzing CAR data, and writing CAR articles. Data were analyzed using descriptive statistics based on the percentage of achievement in each competency area. The results indicated that teacher competence reached 85% for understanding CAR, 76% for designing and implementing CAR, and 80% for analyzing CAR data. However, competence in writing CAR articles stood at 60%, highlighting that transforming classroom practices and research findings into scholarly manuscripts remains a primary challenge. Limitations were particularly evident in technical academic writing skills and reference management using tools such as Mendeley. These findings underscore the need for sustained CAR mentorship that addresses not only methodological aspects but also publication literacy and reference management, ensuring that teachers' instructional practices can be effectively documented as ongoing scholarly work.