Juana Linda Simbolon
Prodi DIII Kebidanan Tapanuli Utara, Poltekkes Kemenkes Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENUJU IBU HAMIL SEHAT: EDUKASI DAN PENDAMPINGAN BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA Hetty Wirawanti Panggabean; Juana Linda Simbolon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34449

Abstract

Abstrak: Secara global, prevalensi anemia pada kehamilan meningkat 29,9%. Diperkirakan di dunia 41,8% ibu hamil dan 30,2% tidak hamil menderita anemia. WHO memperkirakan anemia ibu hamil 14% di negara maju dan 51% di negara berkembang. Indonesia 84,6% anemia ibu hamil umur 15-24 tahun. Desa Jamburnauli 30 ibu hamil 2 anemia. Pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang pangan lokal, cara memilih, mengolah pangan lokal. Metodo kegiatan Pra Kegiatan, Persiapan, Pelaksanaan tahap pertama pretest, pemeriksaan HB, penyuluhan tentang anemia dan pangan lokal, demonstrasi cara memilih, menyajikan dan mengolah. Tahap kedua pendampingan cara memilih, menyajikan dan mengolah, Evaluasi mengisi posttest. Mitra kegiatan Desa Jamburnauli Kecamatan Tarutung, responden 30 orang, evaluasi pre dan posttest. Hasil posttest peningkatan pengetahuan mayoritas berpengetahuan baik 27 orang (90%), peningkatan HB ibu hamil HB 9,8gr% menjadi 11,2gr% dan HB 10,4gr% menjadi 12,7gr%.Abstract: Globally, prevalence of anaemia in pregnancy increased by 29.9%. It is estimated that in the world 41.8% of pregnant women and 30.2% of non-pregnant women suffer from anaemia. WHO estimates that anaemia of pregnant women is 14% in developed countries and 51% in developing countries. Indonesia 84.6% of pregnant women aged 15-24 years are anaemic. Jamburnauli village 30 pregnant women 2 are anaemic. This service increases the knowledge and skills of pregnant women about local food, how to choose, process local food. Metodo activities Pre-activity, Preparation, Implementation of the first stage pretest, HB examination, counselling on anaemia and local food, demonstration of how to choose, serve and process. Second stage of assistance on how to choose, serve and process, Evaluation of filling posttest. Activity partners Jamburnauli Village Tarutung District, 30 respondents, pre and posttest evaluation. Posttest results increased knowledge of the majority of 27 people (90%), increased HB pregnant women HB 9.8gr% to 11.2gr% and HB 10.4gr% to 12.7gr%.
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL KOMBINASI IKAN DAN SAYUR DENGAN LITERASI DIGITAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Juana Linda Simbolon; Emilia Silvana Sitompul; Hetty Panggabeaan; Putri Pakpahan; Cicilia Aritonang; Dumaria Dumaria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34560

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Angka Kejadian Stunting di Indonesia tahun 2022 adalah 21,6%, di Tapanuli Utara 27,4%. Di desa Sitampurung Kecamatan Tarutung ditemui 9 orang balita stunting umur 6–24 bulan. Pencegahan stunting sangat efektif dibandingkan dengan pengobatan stunting, salah satu intervensi spesifik stunting adalah memberikan MPASI yang kaya protein hewani, ikan kaya akan protein dengan pengolahan dan penyajian yang bervariasi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan ibu dalam penggunaan pangan lokal berbasis ikan dan sayur dengan pendekatan edukasi dan literasi digital sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan melalui demonstrasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah Desa Sitampurung serta 25 ibu dengan anak usia 6 bulan - 2 tahun. Metode evaluasi menggunakan kuesioner dengan test di awal dan test diakhir, dengan indikator peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat pangan lokal kombinasi ikan dan sayur untuk pencegahan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan ibu berpengetahuan baik tentang pangan lokal dalam mencegah stunting test awal (12%) dan test akhir (92%). Pemanfaatan pangan lokal yang didukung literasi digital dapat menjadi solusi preventif terhadap stunting yang dapat dilaksanakan di desa.Abstract: Stunting represents a nutritional issue in Indonesia. Indonesia's stunting rate in 2022 was 21.6%, in North Tapanuli 27.4%. In Sitampurung Village, Tarutung District, 9 toddlers with stunting aged 6–24 months were found. Prevention of stunting is very effective compared to treatment of stunting. One of the specific interventions for stunting is providing complementary foods (MPASI) rich in animal protein. Fish is rich in protein with varied processing and presentation. The goal of community service is to optimize women with children knowledge regarding to use of local food based on fish and vegetables with an educational and digital literacy approach as an attempt to prevent stunting. The techniques employed include counseling, training through demonstrations. Collaborators in this activity are Sitampurung Village and 25 mothers with children aged 6 months - 2 years. The evaluation method employed involves distributing questionnaires (pre-test and post-test), with indicators of increasing mothers' knowledge about the benefits of local food combinations of fish and vegetables for preventing stunting. The activity's results indicated an increase in mothers having good knowledge regarding local food for prevention stunting increasing from 12% on the initial test to 92% on the final test. Utilizing local food supported by digital literacy can be a preventive solution against stunting that can be implemented in villages.