Angga Adriana Imansyah
Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakencana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN SATRI DISABILITAS MELALUI GREEN BUSINESS BERBASIS SKEMA DESA BINAAN Rianda Dirkareshza; Muthia Sakti; Angga Adriana Imansyah; Fahruddin Fahruddin; Putri Ni'matul Maula; Dika Hikmah Wicaksana; Aulia Anjani Nurdin; Fatur Rezqy Permana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34530

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berbasis kepada Skema Pemberdayaan Desa Binaan Hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun kedua. Pengabdian ini difokuskan terhadap pemberdayaan kelompok tani dan santri disabilitas melalui green business yang diusungkan dalam pengajuan penghibahan DPPM. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan peningkatan pemberdayaan kepada santri disabilitas dan kelompok tani dalam menjalankan konsep green business untuk menurunkan angka stunting di Desa Babakankaret yang berupa softskill dan hardskill. Metode pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan pendekatan Participatory Roral Appraisal (PRA). Instrumen yang digunakan lewat penjabaran pendekatan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan 2 (dua) mitra strategis, yakni koperasi penyandang disabilitas dan BUMDes Desa Babakankaret.Sistem evaluasi yang digunakaan adalah sistem evaluasi berbasis monitoring rutin kepada mitra sasaran sehingga peningkatan indikator keberhasilan dapat tercapai yang berupa peningkatan ekonomi dari mitra sasaran itu sendiri. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian kelompok tani daripemberian dan pelatihan penggunaan mesin pencacah sampah dengan mendapatkan Rp2.500.000,- per bulannya. Tidak hanya mesin, pelaksanaan tumpang sari juga memberikan efek konkrit dengan memberikan kontribusi sebanyak Rp3.782.500,- pada sekali panen. Kemudian, pelaksanaan pelatihan pupuk kompos memberikan manfaat kepada pihak desa dengan melakukan efisiensi sebesar Rp885.000,- pada sekali masa tanam. Terakhir, pelatihan microsoft office dan peraturan desa tentang perilaku hidup bersih dan sehat diberikan kepada santri disabilitas dan masyarakat untuk memberdayakan mereka agar dapat digunakan dalam dunia industri. Dengan demikian, pelaksanaan pengabdian ini memberikan manfaat yang konkrit dan nyata kepada masyarakat dan perekonomian desa.Abstract: This community service program is based on the Grant-Assisted Village Empowerment Scheme from the Ministry of Higher Education, Science and Technology, Directorate of Research and Community Service, Second Year. This community service program focuses on empowering farmer groups and disabled students through green business, including planting hardy plants, Microsoft Office training, and socialization of village regulations related to clean and healthy living. These three things are the main outputs in the implementation of the DPPM community service scheme this year. The method used to carry out this community service activity was the PDCA (Plan, Do, Check, Action) method with a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. The instruments used to describe the approach were socialization, training, technology application, as well as mentoring and evaluation. The results of the community service showed that there was an increase in the independence of farmer groups from the provision of waste shredding machines and training in the use of these machines, earning them IDR 2,500,000 per month. Not only the machines, but the implementation of intercropping also had a concrete effect on the village by contributing IDR 3,782,500 per harvest. Furthermore, the implementation of compost fertilizer training as part of a series of hard plant training also provided benefits in terms of fertilizer expenditure for intercropping, with the village being able to achieve efficiency savings of IDR 885,000 per planting season. Training on village regulations regarding clean and healthy living was conducted to reduce stunting rates in Babakankaret Village and instill good habits among the village community. Finally, Microsoft Office training was provided to disabled students to empower them for use in the industrial world. Thus, this community service initiative provides concrete and tangible benefits to the village community, particularly to disabled students and farming groups.