Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kegiatan Pembiasaan Pagi dalam Pengembangan Karakter Disiplin Siswa di Era Digital Sekolah Dasar: Pembiasaan Pagi, Karakter Disiplin, Sekolah Dasar, Pendidikan Karakter, Era Digital Lulu Nur Fauzyah; Hayati Mida Rongan; Murfiah Dewi Wulandari; Darsinah Darsinah
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.581

Abstract

Era digital membawa perubahan signifikan terhadap perilaku siswa sekolah dasar, termasuk menurunnya tingkat kedisiplinan akibat distraksi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan pembiasaan pagi dalam mengembangkan karakter disiplin siswa sekolah dasar di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan pagi seperti do’a bersama, literasi pagi, senam, serta pengecekan kerapian mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara bertahap. Kegiatan tersebut membentuk sikap tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab siswa. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh konsistensi pelaksanaan, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Dengan demikian, pembiasaan pagi merupakan strategi efektif dalam penguatan pendidikan karakter untuk menghadapi tantangan.
Pendampingan Kolaboratif Antara Guru Pendamping Khusus (GPK) dan Guru Kelas di Sekolah Dasar Inklusi Hayati Mida Rongan; Siti Nugraheni; Minsih Minsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, proses, dan efektivitas pendampingan kolaboratif antara Guru Pendamping Khusus (GPK) dan guru kelas dalam pembelajaran di sekolah dasar inklusif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi GPK, guru kelas, dan peserta didik di sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara triangulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan kolaboratif masih berada pada tahap dasar dengan dominasi model one teach, one assist. Proses kolaborasi belum optimal terutama pada tahap perencanaan pembelajaran (co-planning), di mana guru kelas masih mendominasi penyusunan perangkat pembelajaran. GPK lebih banyak berperan pada tahap pelaksanaan sebagai pendamping siswa berkebutuhan khusus. Faktor pendukung kolaborasi meliputi komunikasi yang baik dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, minimnya pelatihan, serta belum adanya kebijakan kolaborasi yang terstruktur. Pembahasan menunjukkan bahwa kolaborasi yang belum setara antara GPK dan guru kelas berdampak pada belum optimalnya efektivitas pembelajaran inklusif. Meskipun demikian, kolaborasi yang ada tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi dan interaksi sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan model pendampingan kolaboratif yang sistematis melalui co-planning, co-teaching, dan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di sekolah dasar.