Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENAKAR POTENSI DAN TANTANGAN DALAM MENGGAGAS TRANSMIGRASI LOKAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yuanjaya, Pandhu; Alfana, Muhammad Arif Fahrudin
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.216 KB) | DOI: 10.26740/jpsi.v1n1.p29-36

Abstract

This study aims to analyze the potentials and challenges of local transmigration in Yogyakarta Special Region. This study crucial to consider the population that is concentrated in the Yogyakarta City and Sleman Regency as areas more develop than others. This is mix method research. Data were collected by questionnaires, observations, interviews and secondary data analysis. This study focused on Sultan Ground (SG) and Pakualaman Ground (PAG) in the three regencys, Gunung Kidul, Bantul and Kulon Progo. The findings show that the SG and PAG, potential and worthy of being local transmigration destination areas. Land use in three districts varied such as: agriculture, farming and fisheries. Some of the challenges that must be resolved before this policy made include the completion status and land-use conflicts, acceptance of local residents and increase the skills capacity of migrants.
From Decline to Rebound: Analyzing the Dynamics of Fertility Trends in Sleman Regency Amid Global Shocks, 2018-2022 Alfana, Muhammad Arif Fahrudin
Populasi Vol 32, No 1 (2024)
Publisher : Center for Populatioan and Policy Studies Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.97547

Abstract

This quantitative study aims to examine the trends of live birth rates in Sleman Regency over a five-year period (2018-2022). The study utilizes birth data obtained from the Ministry of Home Affairs (Kemendagri). The analysis focuses exclusively on live birth data without considering socio-economic indicators or environmental factors. The findings indicate that Sleman Regency experienced significant fluctuations in fertility trends amidst global challenges, including the Covid-19 pandemic. Initially, the fertility environment was stable, with a slight increase in live births from 13,102 in 2018 to 13,354 in 2019. However, a notable decline to 11,702 live births was observed in 2021, followed by a robust rebound to 14,908 live births in 2022. The study highlights the resilience of Sleman Regency’s demographic dynamics in the face of global disruptions. These findings underscore the importance of continuous monitoring and analysis of demographic data to anticipate and manage future demographic shifts. This research contributes to the demographic field by providing insights into the fluctuating fertility patterns in a specific region during a period marked by global disruptions.
Distribusi dan Karakteristik Penderita Hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta Alfana, Muhammad Arif Fahrudin; Pitoyo, Agus Joko; Listyaningsih, Umi; Yaseva, Yosi; Yushafira, Mirza
Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.84531

Abstract

Salah satu isu kesehatan yang menjadi perhatian dunia adalah masalah hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah tidak normal yang mampu memicu masalah kesehatan lainnya seperti jantung, ginjal, masalah otak dan lainnya. Kasus di Indonesia, lebih dari sepertiga penduduk di Indonesia mengidap hipertensi. Artinya bahwa kasus hipertensi memerlukan perhatian lebih melihat kondisi tersebut. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan provinsi tertinggi keempat untuk kasus hipertensi di Indonesia. Berdasarkan hasil pengukuran dalam data Riskesdas 2019, prevalensi penderita hipertensi DIY di atas 30 persen. Sedangkan berdasarkan diagosis dokter/obat prevalensinya sebesar 10,68 persen. Oleh karenanya hipertensi menjadi salah satu masalah utama kesehatan penduduk di DIY. Meskipun begitu penting, publikasi dasar mengenai distribusi dan karakteristik penderita hipertensi di DIY belum dibahas secara komperehensif. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan distribusi dan karakteristik pada penderita hipertensi di DIY. Temuan hasil ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan utamanya dalam pengendalian dan pengobatan hipertensi di DIY. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dan komparatif. Data utama yang digunakan adalah profil penderita hipertensi berdasarkan hasil pengukuran dari data Riskesdas 2019. Akurasi data-data tersebut memiliki tingkat interval kepercayaan (confidence interval) 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi prevalensi penderita hipertensi di DIY terbanyak berada di Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan berdasarkan jumlahnya, terbanyak di Kabupaten Sleman. Penderita hipertensi di DIY memiliki karakteristik dominan di usia lansia (65 tahun ke atas), berjenis kelamin perempuan, berpendidikan rendah, tinggal di perdesaan serta dominan bekerja di sektor pertanian. Profil tersebut menjelaskan bahwa selain rentan karena kesehatannya, profil penderita hipertensi di DIY juga rentan dari sisi kondisi sosial ekonominya. Oleh karenanya penanganan yang tepat diperlukan agar masalah hipertensi di DIY dapat tertangani dengan baik.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Berobat Rutin Penderita Diabetes di Kecamatan Sleman: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Berobat Rutin Penderita Diabetesdi Kecamatan Sleman Alfana, Muhammad; Alfana, Muhammad Arif Fahrudin
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : LPPM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/xmqbkh19

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dan pemeriksaan rutin. Kecamatan Sleman memiliki jumlah penderita yang tinggi, namun capaian layanan kesehatannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita, tingkat kepatuhan berobat rutin, serta pengaruh umur, pendidikan, dan jarak ke fasilitas kesehatan terhadap kepatuhan. Metoode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan 227 responden, data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 dan pemetaan spasial, lalu dianalisis secara deskriptif serta dengan uji Spearman dan Kendall. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden lansia, berpendidikan menengah ke bawah, dan tinggal dekat fasilitas kesehatan. Tingkat kepatuhan didominasi kategori sedang dan rendah. Umur berhubungan signifikan dengan kepatuhan, sementara pendidikan dan jarak tidak berhubungan dengan tingkat kepatuhan.
Karakteristik Pekerja Anak Dan Analisis Faktor Rumah Tangga Yang Mempengaruhi Terjadinya Pekerja Anak Di Provinsi Sulawesi Tenggara. ANWAR, DEWI FATIMAH; SUKAMDI, SUKAMDI; ALFANA, MUHAMMAD ARIF FAHRUDIN
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 2 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i2.66492

Abstract

Pekerja anak merupakan tiap-tiap anak yang bekerja dengan sifat dan intensitasnya bersifat mengganggu dan membahayakan kesehatan. Selain itu juga bersifat mengganggu keselamatan anak dan tumbuh kembangnya. Persentase pekerja anak selama periode empat tahun ini tidak mengalami penurunan, bahkan jumlah anak yang bekerja secara global meningkat lebih dari 8 juta. Secara nasional, Provinsi Sulawesi Tenggara menempati posisi tertinggi dalam persentase pekerja anak pada tahun 2019-2020. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik berupa data mentah survei angkatan kerja nasional bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif inferensial dengan persamaan logistik biner. Ciri-ciri pekerja anak di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sebagian besar berusia 17 tahun, berjenis kelamin perempuan, tinggal di pedesaan, tidak lagi bersekolah, bekerja sebagai buruh/pegawai/pegawai, jam kerja antara 40-70 jam per minggu, memiliki kepala rumah tangga yang tidak bekerja atau bekerja di sektor informal sebagai pekerjaan utama, dan mayoritasnya memiliki anggota rumah tangga sebanyak 5 orang.
Female-Headed Households in Yogyakarta, Indonesia: Demographic Realities and Policy Pathways for Inclusive Development Alfana, Muhammad Arif Fahrudin; Qonitah, Ajeng
Populasi Vol 33, No 2 (2025)
Publisher : Center for Populatioan and Policy Studies Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.108174

Abstract

This study examines the demographic profile and policy implications concerning female-headed households in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia. Using a descriptive quantitative approach based on secondary data from the 2023 Population Administration Database, the analysis employed frequency distributions, percentage breakdowns, and simple visualizations to profile socio-demographic characteristics and spatial variations across districts. The analysis reveals that the majority of female household heads are elderly (57% aged 60 years and above), have low educational attainment (42.8% completed only primary school or less), and are engaged in informal or subsistence employment (over 67% work in unpaid domestic work, farming, or casual labor). These patterns suggest heightened socio-economic vulnerability and limited access to formal support systems. The study integrates insights from recent international literature, emphasizing the importance of psychological empowerment, adult education, and economic inclusion in improving the quality of life for female heads of households. Based on these findings, the study proposes region-specific policy recommendations focused on skill development, access to formal employment, expanded adult education, community-based psychosocial support, and inclusive social protection. This paper contributes to the growing body of literature on gender and household dynamics by offering a localized, data-driven analysis and proposing holistic policy interventions that respond to the unique socio-demographic realities of female-headed households in SPecial Region of Yogyakarta. The results aim to inform policy strategies that promote social equity and sustainable regional development.
Mengungkap Distribusi dan Pola Spasial Diabetes Melitus di Kabupaten Sleman Alfana, Muhammad Arif Fahrudin; Pitoyo, Agus Joko; Listyaningsih, Umi
Majalah Geografi Indonesia Vol 40, No 1 (2026): In Progres
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.114166

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Sleman, sehingga diperlukan bukti ilmiah mengenai bagaimana penyakit ini terdistribusi secara spasial dalam kaitannya dengan struktur ruang dan dinamika kependudukan wilayah. Pemahaman terhadap distribusi dan pola spasial diabetes melitus menjadi penting karena penyakit kronis sering kali tidak tersebar secara acak, melainkan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, demografi, serta karakteristik sosial yang melekat pada ruang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi dan pola spasial kasus diabetes melitus di Kabupaten Sleman pada tahun 2019 dan 2021 dengan menerapkan analisis kuantitatif spasial. Data kasus diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan dianalisis menggunakan Global Moran’s I untuk mengetahui autokorelasi spasial secara keseluruhan serta Local Indicators of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi klaster lokal pada tingkat kapanewon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Global Moran’s I pada kedua tahun pengamatan berada pada kisaran yang relatif rendah, menandakan lemahnya autokorelasi spasial secara global. Meskipun demikian, analisis LISA berhasil mengungkap adanya klaster signifikan bertipe High–High, terutama di wilayah urban seperti Kapanewon Mlati dan Depok, yang menunjukkan konsentrasi kasus tinggi yang dikelilingi oleh wilayah dengan kasus tinggi pula. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun pola global tampak lemah, pola spasial lokal tetap terbentuk dan memberikan informasi penting bagi penentuan prioritas intervensi. Analisis spasial lokal terbukti lebih sensitif dalam menangkap dinamika wilayah dan variasi risiko kesehatan berbasis ruang, sehingga relevan mendukung perencanaan kesehatan daerah yang lebih terarah. Ke depan, penelitian dapat dikembangkan dengan memasukkan variabel sosial-ekonomi-lingkungan untuk memperdalam pemahaman terhadap mekanisme pembentukan klaster diabetes melitus.Abstract. Diabetes mellitus is a major non-communicable disease with a continuously increasing prevalence, including in Sleman Regency, thus requiring scientific evidence on its spatial distribution in relation to regional spatial structure and population dynamics. Understanding the spatial distribution and patterns of diabetes mellitus is essential, as chronic diseases are rarely randomly distributed but are influenced by environmental, demographic, and social characteristics embedded in space. This study aims to identify the spatial distribution and spatial patterns of diabetes mellitus cases in Sleman Regency in 2019 and 2021 using quantitative spatial analysis. Case data were obtained from the Sleman District Health Office and analyzed using Global Moran’s I to assess overall spatial autocorrelation and Local Indicators of Spatial Association (LISA) to identify local clusters at the kapanewon level. The results indicate that Global Moran’s I values in both observation years were relatively low, suggesting weak global spatial autocorrelation. Nevertheless, LISA analysis revealed significant High–High clusters, particularly in urban areas such as Mlati and Depok, indicating concentrations of high case numbers surrounded by neighboring areas with similarly high values. These findings confirm that although global spatial patterns appear weak, local spatial patterns remain evident and provide important insights for prioritizing health interventions. Local spatial analysis proves more sensitive in capturing regional dynamics and space-based variations in health risk, thereby supporting more targeted local health planning. Future research may incorporate socio-economic and environmental variables to further elucidate the mechanisms underlying diabetes mellitus clustering.Submitted: 2025-12-11 Revisions:  2026-01-21 Accepted: 2026-02-01 Published: 2024-02-06
Analisis Statistik Spasial Prevalensi Diabetes Melitus: Penerapan Indeks Moran dan LISA di Kapanewon Sleman Tahun 2020–2023: Analisis Statistik Spasial Prevalensi Diabetes Melitus: Penerapan Indeks Moran dan LISA di Kapanewon Sleman Tahun 2020–2023 Alfana, Muhammad Arif Fahrudin; Madani, Zia Nur; Fadhilah, Ajeng Qonita; Rahmawati, Yasmine Amelia
Emerging Statistics and Data Science Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Emerging Statistics and Data Science Journal
Publisher : Statistics Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/esds.vol4.iss.1.art01

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menunjukkan variasi antarwilayah, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan spasial dalam beban penyakit dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan temporal dan pola spasial prevalensi diabetes melitus di Kapanewon Sleman periode 2020–2023. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus diabetes melitus rawat jalan yang diperoleh dari Puskesmas Sleman serta data jumlah penduduk per kelurahan untuk menghitung prevalensi tahunan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengkaji tren temporal, serta analisis statistik spasial menggunakan Indeks Moran global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Hasil menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berfluktuasi, dengan tren meningkat pada 2020–2022 dan sedikit menurun pada 2023. Secara spasial, ditemukan autokorelasi spasial positif yang signifikan pada seluruh periode, yang mengindikasikan adanya pengelompokan wilayah berprevalensi tinggi. Pola ini diduga berkaitan dengan kesamaan karakteristik demografis dan akses layanan kesehatan antarwilayah yang berdekatan. Analisis LISA mengidentifikasi perubahan hotspot dan coldspot, terutama pada Kelurahan Trimulyo dan Tridadi.