Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Landslide Disaster Vulnerability Analysis of the Tourism Sector in West Bandung Regency Trisnabudi, Theodora Radella Fausta; Fadhilah, Ajeng Qonita; Permatasari, Dewi Halimah; Paramesthi, Febriyanti; Cancera, Ignatia Amelie Happy; Hanum, Lathifah; Mahdi, Naufal Asyraf; Aulia, Nayla Syifa; Sepasthika, Shahlazavier Qori; Andhika, Yoga Nur; Hizbaron, Dyah Rahmawati
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5436

Abstract

One of the regions in Indonesia with a relatively high risk of landslides is West Bandung Regency, West Java Province. Given its active land use and dense population, this area becomes more vulnerable to the impacts of natural disasters. The objective of this research was to identify the elements and contributing causes of landslide vulnerability, especially for West Bandung Regency's tourism sector. The robust vulnerability scenarios were generated by using Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE). Four scenarios of equal vulnerability, social vulnerability (SV), physical vulnerability (PV), and environmental vulnerability (EV) are produced using the SMCE technique. According to the scenario results, three districts, Rongga, Cipatat, and Parongpong, show dynamic vulnerability, whilst the remaining districts show consistent classes. The quantity of visitors and physical infrastructure, such as access to the road, are examples of social elements that significantly impact the degree of vulnerability. The study's findings led to the creation of three vulnerability classes in West Bandung Regency: low class, with values between 1.34 and 1.78, medium class, with values between 1.79 and 2.07; and high class, with values between 2.08 and 2.36. The photo-tagged map of road access and tourist destinations in West Bandung Regency provides in-depth insight into the factors that influence the vulnerability of tourist destinations, taking into account disaster risks due to geographical conditions, infrastructure readiness, and the effectiveness of mitigation efforts in balancing tourism development and environmental resilience.
Analisis Statistik Spasial Prevalensi Diabetes Melitus: Penerapan Indeks Moran dan LISA di Kapanewon Sleman Tahun 2020–2023: Analisis Statistik Spasial Prevalensi Diabetes Melitus: Penerapan Indeks Moran dan LISA di Kapanewon Sleman Tahun 2020–2023 Alfana, Muhammad Arif Fahrudin; Madani, Zia Nur; Fadhilah, Ajeng Qonita; Rahmawati, Yasmine Amelia
Emerging Statistics and Data Science Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Emerging Statistics and Data Science Journal
Publisher : Statistics Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/esds.vol4.iss.1.art01

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menunjukkan variasi antarwilayah, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan spasial dalam beban penyakit dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan temporal dan pola spasial prevalensi diabetes melitus di Kapanewon Sleman periode 2020–2023. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus diabetes melitus rawat jalan yang diperoleh dari Puskesmas Sleman serta data jumlah penduduk per kelurahan untuk menghitung prevalensi tahunan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengkaji tren temporal, serta analisis statistik spasial menggunakan Indeks Moran global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Hasil menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berfluktuasi, dengan tren meningkat pada 2020–2022 dan sedikit menurun pada 2023. Secara spasial, ditemukan autokorelasi spasial positif yang signifikan pada seluruh periode, yang mengindikasikan adanya pengelompokan wilayah berprevalensi tinggi. Pola ini diduga berkaitan dengan kesamaan karakteristik demografis dan akses layanan kesehatan antarwilayah yang berdekatan. Analisis LISA mengidentifikasi perubahan hotspot dan coldspot, terutama pada Kelurahan Trimulyo dan Tridadi.