Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Framing Pemberitaan Abrasi Pantai Loang Baloq pada Media Online Dalam Perspektif Ekoteologi dan Nilai Pendidikan Agama Hindu I Gusti Ayu Pradnya Premasita Saraswati; Rieka Yulita Widaswara; Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi; Ni Putu Reni Permitasari
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Samvada, Mei 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v5i1.4258

Abstract

Abrasi Pantai Loang Baloq di Kota Mataram tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir, tetapi juga berdampak terhadap ruang sakral yang digunakan umat Hindu dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian media online dengan penekanan pemberitaan yang berbeda sehingga membentuk konstruksi makna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan abrasi Pantai Loang Baloq pada media online serta memaknai konstruksi tersebut dalam perspektif ekoteologi dan nilai Pendidikan Agama Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data penelitian berupa tiga berita dari SUARANTB.com, ANTARANewsMataram, dan NTBSatu.com yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media membangun framing yang berbeda terhadap peristiwa abrasi. SUARANTB.com memosisikan abrasi sebagai persoalan kerusakan pesisir yang memerlukan penanganan melalui pembangunan infrastruktur. ANTARANewsMataram membingkai abrasi sebagai dampak cuaca ekstrem yang memerlukan langkah mitigasi untuk melindungi kawasan pesisir. Sementara itu, NTBSatu.com mengonstruksi abrasi sebagai ancaman terhadap ruang sakral umat Hindu karena mengganggu akses pelaksanaan ritual keagamaan. Dalam perspektif ekoteologi, framing tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai persoalan ekologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang tercermin dalam pemberitaan dapat dimaknai melalui konsep Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran dalam membentuk pemahaman publik mengenai keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan keagamaan.