Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian Budaya Lokal melalui Pembuatan Klangsah pada Masyarakat Hindu Kabupaten Sumbawa I Made Ngurah Oka Mahardika; Ni Nyoman Harnika; I Wayan Astraguna; Edy Chandra; Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi; I Komang Widya Purnama Yasa; I Gede Bayu Wijaya
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masyarakat Hindu di daerah transmigrasi memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya dan keagamaan, khususnya terkait ketersediaan sarana upacara tradisional. Salah satu elemen penting dalam ritual keagamaan Hindu adalah klangsah, yaitu anyaman daun kelapa yang digunakan dalam berbagai kegiatan upacara keagamaan dan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Kanar, Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan klangsah sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi budaya, pelatihan partisipatif, serta pendampingan praktik pembuatan klangsah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap makna filosofis klangsah serta meningkatnya keterampilan teknis dalam pembuatannya. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya masyarakat Hindu di daerah transmigrasi sekaligus mendukung keberlanjutan praktik keagamaan berbasis kearifan lokal.
Framing Pemberitaan Abrasi Pantai Loang Baloq pada Media Online Dalam Perspektif Ekoteologi dan Nilai Pendidikan Agama Hindu I Gusti Ayu Pradnya Premasita Saraswati; Rieka Yulita Widaswara; Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi; Ni Putu Reni Permitasari
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Samvada, Mei 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v5i1.4258

Abstract

Abrasi Pantai Loang Baloq di Kota Mataram tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir, tetapi juga berdampak terhadap ruang sakral yang digunakan umat Hindu dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian media online dengan penekanan pemberitaan yang berbeda sehingga membentuk konstruksi makna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan abrasi Pantai Loang Baloq pada media online serta memaknai konstruksi tersebut dalam perspektif ekoteologi dan nilai Pendidikan Agama Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data penelitian berupa tiga berita dari SUARANTB.com, ANTARANewsMataram, dan NTBSatu.com yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media membangun framing yang berbeda terhadap peristiwa abrasi. SUARANTB.com memosisikan abrasi sebagai persoalan kerusakan pesisir yang memerlukan penanganan melalui pembangunan infrastruktur. ANTARANewsMataram membingkai abrasi sebagai dampak cuaca ekstrem yang memerlukan langkah mitigasi untuk melindungi kawasan pesisir. Sementara itu, NTBSatu.com mengonstruksi abrasi sebagai ancaman terhadap ruang sakral umat Hindu karena mengganggu akses pelaksanaan ritual keagamaan. Dalam perspektif ekoteologi, framing tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai persoalan ekologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang tercermin dalam pemberitaan dapat dimaknai melalui konsep Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran dalam membentuk pemahaman publik mengenai keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan keagamaan.