This study aims to identify and analyze morphological errors in student papers titled “Scientific Articles Based on Design and Assessment Results.” The focus of the study includes errors in affixation, reduplication, and word compounding in scientific writing. This study employs a qualitative descriptive method with data analysis techniques involving the identification, classification, and interpretation of errors based on the theory of Indonesian morphology according to Abdul Chaer. The research data consists of word excerpts from the students’ papers that contain morphological inaccuracies. The results of the study indicate that there were 11 instances of morphological errors, consisting of 6 instances of affixation errors (54%), 2 instances of reduplication errors (18%), and 3 instances of compound word formation errors (28%). The most prevalent error was affixation, particularly the improper use of the prefix di- and infixes. In addition, the study found ineffective use of reduplication as well as inaccuracies in understanding the concept of word compounding. These findings are supported by various previous studies indicating that affixation errors are the most prevalent errors in students’ academic writing. Therefore, more practical and contextual morphological instruction is needed so that students can use the Indonesian language accurately and effectively in their academic writing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan berbahasa pada tataran morfologi dalam makalah mahasiswa berjudul “Artikel Ilmiah Berbasis Hasil Desain dan Asesmen”. Fokus kajian meliputi kesalahan afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan kata dalam penulisan ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berupa identifikasi, klasifikasi, serta interpretasi kesalahan berdasarkan teori morfologi bahasa Indonesia menurut Abdul Chaer. Data penelitian berupa kutipan kata dalam makalah mahasiswa yang mengandung ketidaktepatan morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 data kesalahan morfologi yang terdiri atas kesalahan afiksasi sebanyak 6 data (54%), reduplikasi 2 data (18%), dan pemajemukan 3 data (28%). Kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan afiksasi, terutama dalam penggunaan prefiks di- dan konfiks yang tidak tepat. Selain itu, ditemukan penggunaan reduplikasi yang kurang efektif serta ketidaktepatan dalam memahami konsep pemajemukan kata. Temuan penelitian ini diperkuat oleh berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kesalahan afiksasi merupakan kesalahan paling dominan dalam tulisan ilmiah mahasiswa. Dengan demikian, diperlukan pembelajaran morfologi yang lebih aplikatif dan kontekstual agar mahasiswa mampu menggunakan bahasa Indonesia secara tepat dan efektif dalam penulisan karya ilmiah.