Renno Ramadhani Ika Baruna
Universitas An Nuur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIACNE DAN KEAMANAN PENGGUNAAN ACNE PATCH PADA REMAJA Wahyu Purwanjani; Renno Ramadhani Ika Baruna; Muhammad Nur Prasetyo; Supriyanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 6 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v6i01.95

Abstract

Background: Acne vulgaris is one of the most common skin problems experienced by adolescents, resulting from hormonal changes, increased sebum production, Cutibacterium acnes colonization, and pilosebaceous follicle inflammation. Limited understanding among adolescents regarding the causes of acne, appropriate treatment, and the widespread use of instant products such as acne patches without adequate knowledge of proper application and safety limits underline the importance of early skin health education.  Purpose: This community service activity aimed to improve adolescents' knowledge and awareness regarding the use of natural ingredients as antiacne agents and the safe use of acne patches. Method: The activity was carried out through interactive counseling, demonstration, and distribution of educational media to adolescent participants at [name of partner school/location]. The implementation method consisted of preparation (needs assessment and material development), implementation (lectures, discussion, and demonstration of correct acne patch application), and evaluation using pretest and posttest questionnaires. Results: The results showed an increase in participants' knowledge scores after the socialization, along with high enthusiasm reflected in an active question-and-answer session. Participants also demonstrated a better understanding of natural ingredients such as tea tree oil, aloe vera, green tea extract, and Centella asiatica as alternative acne treatments, as well as an awareness of the risk of irritation from improper acne patch use, particularly on open wounds or actively infected skin. Conclusion: This activity is expected to serve as a model for sustainable education to improve skin health literacy among adolescents. Keyword: acne vulgaris; natural ingredients; acne patch; health education; adolescents
Analysis of Rhodamine B Levels in Lip Tints Circulating in Tawangharjo District TAWANGHARJO Dhiva Mariska; Renno Ramadhani Ika Baruna; Wahyu Purwanjani
Joseph: Journal of Science and Pharmacy Vol 6 No 1 (2026): Journal of Science and Pharmacy (Joseph)
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis yang dilarang penggunaannya dalam kosmetik karena bersifat karsinogenik dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar Rhodamin B pada 10 sampel lip tint yang beredar di Kecamatan Tawangharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Identifikasi Rhodamin B dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak n-butanol asetat (10:4:5). Penentuan kadar Rhodamin B dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 542 nm. Hasil: Hasil identifikasi menggunakan KLT menunjukkan bahwa enam sampel positif mengandung Rhodamin B dengan nilai Rf berkisar antara 0,42–0,60, yang mendekati nilai Rf baku sebesar 0,62, sedangkan empat sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung Rhodamin B dengan kadar berkisar antara 0,0188–0,5450 mg/kg atau setara dengan 0,00019%–0,00545%. Kadar Rhodamin B tertinggi ditemukan pada sampel R3, yaitu sebesar 0,5450 mg/kg. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa produk lip tint yang beredar di Kecamatan Tawangharjo tidak memenuhi persyaratan keamanan kosmetik sesuai dengan ketentuan BPOM karena ditemukan adanya kandungan Rhodamin B yang merupakan zat pewarna yang dilarang penggunaannya dalam kosmetik.   Kata Kunci: Lip Tint, Rhodamin B, KLT, Nilai Rf, Spektrofotometri UV-Vis
UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF BAHAN KIMIA OBAT (BKO)PADA JAMU PEGAL LINU DI WILAYAH KABUPATEN GROBOGAN Alya Iffa Nalia; Wahyu Purwanjani; Renno Ramadhani Ika Baruna
Joseph: Journal of Science and Pharmacy Vol 6 No 1 (2026): Journal of Science and Pharmacy (Joseph)
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Banyaknya penambahan bahan Kimia obat (BKO) seperti paracetamol, Dexamethasone, natrium diklofenak pada jamu pegal linu di kabupaten grobogan yang masih beredar luas. Tujuan: untuk mengetahui keberadaan bahan kimia obat pada jamu pegal linu yang beredar luas. Metode: Analisis kualitatif menggunakan uji klt ( kromatografi lapis tipis) dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri uv-vis untuk mengukur bahan kimia obat yang terkandung pada sampel jamu pegal linu di lima kecamatan grobogan, dan kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tertinggi yang di dapat pada masing-masing sampel yaitu Paracetamol terdapat pada sampel C 29,82%; Dexamethasone terdapat pada sampel A 12,50%; dan Natrium Diklofenak terdapat pada sampel C 44,64%. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sampel jamu pegal linu masih banyak ditambahkan bahan kimia obat (BKO) seperti paracetamol, Dexamethasone, natrium diklofenak. Oleh karena itu, masih butuh pengawasan lebih lanjut dan peningkatan kesadaran mengenai resiko penggunan bahan kimia obat secara terus menerus.   Keyword: Bahan Kimia Obat ( BKO), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektrofotometri UV-Vis