Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Lean Management untuk Mengurangi Waktu Tunggu Bagasi di Terminal Kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar Harsya Febbraio Setiawan; Nawang Kalbuana
IKRA-ITH Informatika : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2025): IKRAITH-INFORMATIKA Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-informatika.v9i3.5683

Abstract

Waktu tunggu bagasi yang lama merupakan salah satu indikator rendahnya efisiensi layananterminal kedatangan bandara dan menjadi sumber utama keluhan penumpang di berbagai negara,termasuk Indonesia. Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar sebagai gerbang utama wilayahtimur Indonesia memiliki tantangan dalam mengelola alur penanganan bagasi, terutama saatlonjakan kedatangan terjadi secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensipenerapan konsep Lean Management dalam mengurangi waktu tunggu bagasi di terminalkedatangan Bandara UPG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melaluiwawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang dilaksanakan pada 8–14 Maret 2025.Analisis data dilakukan dengan pendekatan value stream mapping (VSM) dan thematic coding.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu bagasi mencapai 22,6 menit, melebihistandar maskapai yaitu 15 menit. Dua jenis pemborosan utama yang teridentifikasi adalah waiting(menunggu) dan motion (pergerakan tidak efisien), yang dipicu oleh overlap jadwal kedatangan,keterbatasan towing tractor, serta proses sortir manual yang belum terotomatisasi. Rekomendasiperbaikan meliputi penerapan predictive maintenance berbasis IoT, pelacakan bagasi denganRFID, dashboard pemantauan real time, dan pelatihan Lean lintas fungsi. Temuan ini selarasdengan studi global yang menyebutkan bahwa integrasi Lean dan digital dapat mengurangi waktuproses hingga 30% serta meningkatkan efisiensi layanan bagasi secara signifikan.Kata kunci : Lean Management, Waktu Tunggu Bagasi, Bandara Sultan Hasanuddin, EfisiensiOperasional, Manajemen Pelayanan Bandara
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AVIOBRIDGE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAROS Harsya Febbraio Setiawan; Kardi Kardi; Ika Endrawijaya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.61526

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan fasilitas bandar udara menjadi isu strategis seiring meningkatnya tuntutan efisiensi operasional dan diversifikasi sumber pendapatan non aeronautika. Meskipun aviobridge berperan penting dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi proses boarding serta deboarding penumpang, tingkat pemanfaatannya di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Maros belum optimal sehingga berpotensi mengurangi peluang peningkatan pendapatan bandar udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan aviobridge, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta merumuskan strategi optimalisasi untuk meningkatkan pendapatan bandar udara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan analisis data operasional tahun 2025 yang melibatkan unit Apron Movement Control, operator aviobridge, ground handling, maskapai, data entry officer, dan unit komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan aviobridge mencapai 64,77% atau 48.503 penggunaan dari 74.881 pergerakan pesawat, dengan estimasi pendapatan aktual sebesar Rp21,83 miliar dan potensi pendapatan maksimal mencapai Rp33,70 miliar. Pemanfaatan aviobridge dipengaruhi oleh pengaturan gate dan parking stand, penggunaan remote stand, turn around time, biaya layanan, kesiapan operator, serta koordinasi antar stakeholder. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi optimalisasi pengelolaan aviobridge berbasis data operasional, peningkatan koordinasi, evaluasi kebijakan tarif, dan pengelolaan fasilitas yang lebih efektif untuk mendukung peningkatan pelayanan penumpang dan pendapatan bandar udara.