Harjono Harjono
Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Existing Jig Assembly Base Stator dengan Metode FEA Yohanes Baptista Wahyu Kuncara Jati Witaka; Benidiktus Tulung Prayoga; Widia Setiawan; Nugroho Santoso; Harjono Harjono
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.120831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi existing jig assembly pada proses pemasangan seal Base Stator K3V menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) sebagai dasar evaluasi kinerja struktur sebelum dilakukan pengembangan desain. Analisis dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan, deformasi, dan faktor keamanan (safety factor) pada komponen jig saat menerima beban kerja aktual dari sistem pneumatik. Metodologi penelitian diawali dengan identifikasi spesifikasi dan geometri jig assembly existing, dilanjutkan dengan pembuatan model tiga dimensi menggunakan perangkat lunak CAD. Simulasi numerik dilakukan menggunakan ANSYS Workbench dengan material utama komponen jig berupa baja karbon struktural. Kondisi pembebanan ditentukan berdasarkan gaya yang dihasilkan oleh silinder pneumatik dengan tekanan kerja 4 bar, sedangkan kondisi batas (boundary condition) disesuaikan dengan kondisi aktual pemasangan jig pada mesin assembly. Parameter keluaran yang dianalisis meliputi total deformation, equivalent stress (Von Mises stress), dan safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi tegangan terbesar terjadi pada area yang menerima kontak langsung dengan gaya pembebanan dan pada bagian yang memiliki perubahan geometri. Nilai deformasi yang terjadi masih berada dalam batas yang dapat diterima sehingga tidak memengaruhi fungsi jig selama proses assembly. Selain itu, nilai tegangan maksimum yang diperoleh masih berada di bawah batas luluh material yang digunakan, sehingga menghasilkan nilai safety factor yang memenuhi kriteria desain aman untuk operasi produksi. Berdasarkan hasil analisis FEA, dapat disimpulkan bahwa existing jig assembly Base Stator memiliki kekuatan struktur yang memadai untuk menahan beban kerja selama proses assembly. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam evaluasi dan pengembangan desain jig pada tahap perbaikan berikutnya guna meningkatkan efektivitas dan keandalan proses produksi.
Analisis Kerusakan Swing Machinery Excavator Kelas 125 Ton menggunakan Metode Root Cause Analysis Abednego Sumarsono; Widia Setiawan; Nugroho Santoso; Harjono Harjono; Braam Delfian
Jurnal Material Teknologi Proses Vol 3, No 1: Mei 2026
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmtp.122593

Abstract

This study investigates the premature failure of swing machinery in a post-rebuild 125-ton excavator using a Root Cause Analysis (RCA) approach. The unit operated for only 3,642 service hours (HM), far below the fleet average of 18,872 HM. Three analytical methods were applied: Ishikawa Diagram, 5 Whys, and Fault Tree Analysis (FTA). Findings reveal that the failure originated from three interacting factors. First, swing bearing clearance was installed at 3.4 mm, exceeding the allowable range of 0.5–2 mm. Second, the excessive clearance caused misalignment between the pinion shaft gear and swing circle, producing edge loading and uneven load distribution across the contact surface. Third, repeated jack swing actions at the same position without component disassembly further concentrated the load. The progressive interaction of these factors triggered concentrated chipping, shaft deflection, and ultimately torsional fatigue fracture. Lubrication and contamination were eliminated as contributing causes, as oil analysis program data confirmed normal conditions throughout the operating period. This study highlights the critical importance of strict adherence to installation standards and proper operational response procedures in preventing premature failure of post-rebuild components.