Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual di SDN 482 Malaka. Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara logis dan sistematis (Ennis, 2018). Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengonstruksi pengetahuannya sendiri (Rusman, 2022). Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, yaitu pembelajaran kontekstual (Johnson, 2021). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 2021). Subjek penelitian adalah siswa SDN 482 Malaka. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, serta menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif melalui pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar.