Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Belajar Siswa SD melalui Kegiatan Mahasiswa Mengajar Abdul Wahid; Nur Afni; Rosmala Rosmala; Nurfadila Nurfadila
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2756

Abstract

Kegiatan Mahasiswa Mengajar merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bertujuan mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar melalui pendampingan langsung oleh mahasiswa. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi motivasi belajar siswa SD yang cenderung rendah, ditandai dengan kurangnya partisipasi aktif, minimnya minat membaca, dan rendahnya keterlibatan dalam diskusi kelas. Penelitian/pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan lebih dekat dengan dunia anak. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan belajar, permainan edukatif, bimbingan literasi, serta pemberian penguatan motivasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar baru yang lebih variatif dan mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, program ini membantu guru dalam mengelola kelas dan memperkaya strategi pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan Mahasiswa Mengajar terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SD serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
Smart Teaching Tools: Pelatihan Media Digital Interaktif Bagi Guru SD Berbasis Assemblr Edu di UPTD SDN 60 Moncongloe Lappara Nur Afni; Abdul Wahid; Erwin Nurdiansyah; Rini Zakiah Baso; Samsinar Suedi; Intan Intan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1881

Abstract

Penggunaan aplikasi Assemble Edu merupakan salah satu teknologi yang harus digunakan oleh seorang guru SD dalam membantu kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan guru sekolah dasar dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) dengan memanfaatkan platform Assemblr Edu. Sasaran kegiatan adalah para guru di UPTD SDN 60 Moncongloe Lappara, yang diketahui masih menghadapi keterbatasan dalam penggunaan media digital inovatif dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan praktik langsung penggunaan aplikasi assembler edu dengan menggunakan pendekatan workshop partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mengintegrasikan Assemblr Edu ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan ini, guru SD mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis AR yang lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Diharapkan, hal ini dapat meningkatkan motivasi serta partisipasi belajar siswa di kelas. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Model Discovery Learning pada Siswa Kelas VI SD Aty Mansyur; Nur Afni; Erwin Nurdiansyah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VI SDN 14 Tangkalasi melalui penerapan model Discovery Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VI SDN 14 Tangkalasi Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan berpikir kritis, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Persentase ketuntasan keterampilan berpikir kritis pada pra siklus sebesar 45,83%, meningkat menjadi 70,83% pada siklus I, dan mencapai 91,67% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model Discovery Learning efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas III SDN 119 Ir. Wasito Eva Yulianti; Nur Afni; Supriadi Supriadi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas III SDN 119 Ir. Wasito. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa yang terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian keaktifan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Persentase keaktifan belajar siswa pada pra siklus sebesar 52,50%, meningkat menjadi 71,25% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 88,75% pada siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas III SDN 119 Ir. Wasito.
Upaya Meningkatkan Adaptasi Sosial Siswa Kelas SD pada Pembelajaran Awal Menggunakan Model Jigsaw untuk Motivasi Belajar Hallen Hasna; Mulyadi Mulyadi; Nur Afni
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan adaptasi sosial dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran awal melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di SDN 077 Padang Balua Kecamatan Seko Desa Marante. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas awal SDN 077 Padang Balua. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw mampu meningkatkan kemampuan adaptasi sosial siswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya kerja sama, komunikasi, dan interaksi antarsiswa. Selain itu, motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari kategori sedang pada siklus I menjadi kategori tinggi pada siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran Jigsaw efektif digunakan untuk meningkatkan adaptasi sosial dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran awal di SDN 077 Padang Balua.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa melalui Pembelajaran Kontekstual Hariani Hariani; Nur Afni; Abdul Wahid
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual di SDN 482 Malaka. Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara logis dan sistematis (Ennis, 2018). Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengonstruksi pengetahuannya sendiri (Rusman, 2022). Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, yaitu pembelajaran kontekstual (Johnson, 2021). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 2021). Subjek penelitian adalah siswa SDN 482 Malaka. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, serta menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif melalui pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar.
Pengaruh Manajemen Kelas terhadap Belajar Siswa Kelas III pada Pembelajaran Tematik di SDI Rea-Rea Kep. Selayar St. Sahwiah; Nur Afni; Supriadi Supriadi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1071

Abstract

Manajemen kelas merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Pengelolaan kelas yang efektif mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman, aktif, dan terarah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang kurang fokus, kurang aktif, dan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran tematik karena pengelolaan kelas yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kelas terhadap belajar siswa kelas III pada pembelajaran tematik di SDI Rea-Rea Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDI Rea-Rea yang berjumlah 30 siswa sekaligus dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket manajemen kelas, dokumentasi, observasi, dan nilai hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan inferensial menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas berpengaruh positif terhadap belajar siswa. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa manajemen kelas memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Semakin baik manajemen kelas yang diterapkan guru, semakin tinggi pula hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik. Dengan demikian, manajemen kelas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.