Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Belajar Siswa SD melalui Kegiatan Mahasiswa Mengajar Abdul Wahid; Nur Afni; Rosmala Rosmala; Nurfadila Nurfadila
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2756

Abstract

Kegiatan Mahasiswa Mengajar merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bertujuan mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar melalui pendampingan langsung oleh mahasiswa. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi motivasi belajar siswa SD yang cenderung rendah, ditandai dengan kurangnya partisipasi aktif, minimnya minat membaca, dan rendahnya keterlibatan dalam diskusi kelas. Penelitian/pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan lebih dekat dengan dunia anak. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan belajar, permainan edukatif, bimbingan literasi, serta pemberian penguatan motivasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar baru yang lebih variatif dan mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, program ini membantu guru dalam mengelola kelas dan memperkaya strategi pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan Mahasiswa Mengajar terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SD serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
Efektivitas Pendekatan Kontekstual dengan Media Interaktif Animasi dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas V MIN 2 Manggarai Timur Komalasari Komalasari; Abdul Wahid; Kamal Kamal
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 1 (2025): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i1.308

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan kontekstual dengan media interaktif animasi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V MIN 2  Manggarai Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Disebut dengan kuantitatif karena data-data yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Teknik pengumpulan data melalui teknik pembagian angket, observasi dan teknik tes hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MIN 2 Manggarai Timur yang berjumlah 20 orang siswa terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan Evektifitas Pendekatan Kontekstual dengan Media Interaktif Animasi dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas V MIN 2 Manggarai Timur. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata dari hasil belajar siswa menggunakan soal PreTest yakni 49,85% kemudian meningkat pada soal PostTest yakni menjadi 68,35%. Hasil angket siswa pada saat pembelajaran juga mengalami peningkatan, hal dapat dilihat pada hasil angket media interaktif animasi terdapat 17 siswa atau 85% berada pada kategori baik dan 3 siswa atau 15% berada pada kategori cukup, sedangkan pada hasil angket motivasi belajar terdapat 15 siswa atau 75% berada pada kategori baik dan 5 siswa atau 25% berada pada kategori cukup, dan terakhir angket hasil belajar terdapat 11 siswa atau 55% berada pada kategori baik dan 9 siswa atau 45% berada pada kategori cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Media Interaktif Animasi dapat meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas V MIN 2 Manggarai Timur.
Smart Teaching Tools: Pelatihan Media Digital Interaktif Bagi Guru SD Berbasis Assemblr Edu di UPTD SDN 60 Moncongloe Lappara Nur Afni; Abdul Wahid; Erwin Nurdiansyah; Rini Zakiah Baso; Samsinar Suedi; Intan Intan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1881

Abstract

Penggunaan aplikasi Assemble Edu merupakan salah satu teknologi yang harus digunakan oleh seorang guru SD dalam membantu kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan guru sekolah dasar dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) dengan memanfaatkan platform Assemblr Edu. Sasaran kegiatan adalah para guru di UPTD SDN 60 Moncongloe Lappara, yang diketahui masih menghadapi keterbatasan dalam penggunaan media digital inovatif dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan praktik langsung penggunaan aplikasi assembler edu dengan menggunakan pendekatan workshop partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mengintegrasikan Assemblr Edu ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan ini, guru SD mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis AR yang lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Diharapkan, hal ini dapat meningkatkan motivasi serta partisipasi belajar siswa di kelas. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah dasar.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa melalui Pembelajaran Kontekstual Hariani Hariani; Nur Afni; Abdul Wahid
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual di SDN 482 Malaka. Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara logis dan sistematis (Ennis, 2018). Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengonstruksi pengetahuannya sendiri (Rusman, 2022). Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, yaitu pembelajaran kontekstual (Johnson, 2021). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 2021). Subjek penelitian adalah siswa SDN 482 Malaka. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, serta menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif melalui pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SDN 601 Lewandi Herman Lobo; Abdul Wahid; Erwin Nurdiansyah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1068

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan di sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 601 Lewandi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV SDN 601 Lewandi yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal sebesar 56,00%, meningkat menjadi 76,00% pada siklus I dan mencapai 92,00% pada siklus II. Selain itu, aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 601 Lewandi.
Upaya Peningkatan Kemampuan Dasar Membaca, Menulis dan Berhitung melalui Metode Permainan dan Media Kongrid Juhaefah Juhaefah; Abdul Wahid; Abrina Maulidnawati Jumrah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung peserta didik melalui penerapan metode permainan dan media konkret di UPTD SDN 172 Inp. Limapoccoe Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam kemampuan dasar literasi dan numerasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode permainan dan media konkret mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta didik. Pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dibandingkan kondisi awal, sedangkan pada siklus II peningkatan semakin signifikan hingga mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan. Dengan demikian, metode permainan dan media konkret terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung peserta didik sekolah dasar.
Penggunaan Media Manipulatif dalam Pembelajaran Bangun Datar SDN 130 Benteng Luwu Utara Sabiati Sabiati; Abdul Wahid; Erwin Nurdiansyah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1070

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering menghadapi berbagai kendala, terutama pada materi bangun datar yang bersifat abstrak bagi peserta didik. Rendahnya pemahaman konsep geometri menyebabkan hasil belajar siswa belum mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media manipulatif dalam pembelajaran bangun datar di SDN 130 Benteng Luwu Utara serta mengetahui pengaruhnya terhadap pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 130 Benteng Luwu Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, pemahaman konsep geometri, serta hasil belajar matematika. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 58,33% pada kondisi awal menjadi 75,00% pada siklus I dan 91,67% pada siklus II. Selain itu, siswa lebih aktif dalam mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar melalui kegiatan eksplorasi langsung menggunakan media konkret. Dengan demikian, penggunaan media manipulatif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bangun datar di sekolah dasar.