Juvenile delinquency is a social problem influenced by internal and external factors. This study aimed to examine the effect of self-control, mother attachment, and father attachment on juvenile delinquency among adolescents in Karawang. This research used a quantitative approach with a multiple linear regression design. The participants were 385 adolescents aged 15–18 years residing in Karawang, selected using convenience sampling. Data were collected using the Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), and Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Data analysis was conducted using assumption tests, multiple linear regression analysis, partial tests, simultaneous tests, and coefficient of determination. The results showed that self-control had a significant negative effect on juvenile delinquency, indicating that higher self-control was associated with lower delinquency tendencies. Mother attachment also had a significant negative effect on juvenile delinquency, while father attachment did not show a significant partial effect. Simultaneously, self-control, mother attachment, and father attachment significantly affected juvenile delinquency with a contribution of 75.6%. These findings indicate the importance of strengthening adolescents’ self-control and improving positive emotional relationships between parents and adolescents as preventive efforts against juvenile delinquency. Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah terhadap kenakalan remaja di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah 385 remaja berusia 15–18 tahun yang berdomisili di Karawang dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), dan Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Analisis data dilakukan melalui uji asumsi, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sehingga semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Kelekatan ibu juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sedangkan kelekatan ayah tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah berpengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja dengan kontribusi sebesar 75,6%. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kontrol diri serta penguatan hubungan emosional yang positif antara orang tua dan remaja sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja.