Mely Rizki Suryanita
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Aksiologi dan Strategi Legitimasi dalam Wacana Kebijakan Ekonomi di Indonesia Wida Mulyanti; Syihabuddin Syihabuddin; Mahardhika Zifana; Mely Rizki Suryanita; Rony Wirachman
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.3901

Abstract

Penelitian ini mengkaji pembentukan nilai-nilai dalam wacana kebijakan ekonomi melalui analisis kritis pidato Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Great Lecture “Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8%” (11 September 2025). Dengan menggabungkan Analisis Wacana Kritis model Fairclough dan kajian nilai (aksiologi), penelitian ini menganalisis tiga tingkat kajian, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga nilai utama yang saling berinteraksi. Pertama, nilai pragmatis-instrumental, yang menekankan efisiensi, target terukur, dan pemanfaatan teknologi sebagai dasar kebijakan. Kedua, nilai etika sosial, yang tampak dalam penekanan pada inklusivitas, keadilan distribusi, dan pemerataan kesempatan. Ketiga, nilai estetika komunikatif, yang membingkai kebijakan teknis dalam bentuk narasi visioner untuk membangun rasa kebersamaan publik. Analisis menunjukkan bahwa ketiga nilai tersebut berfungsi membangun legitimasi kebijakan: nilai pragmatis memberikan kesan kredibilitas teknis, nilai etika sosial memberikan pembenaran moral, dan nilai estetika menciptakan keterikatan emosional dengan publik. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya potensi kesenjangan antara nilai-nilai yang dikonstruksikan dalam wacana dan pelaksanaan kebijakan di lapangan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan kritis terhadap hubungan antara janji wacana kebijakan dan implementasinya secara nyata.