Firman Tara
Universitas Batanghari, Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan pendidikan berbasis kearifan lokal: internalisasi nilai religius, moral, dan sosial tradisi mandi safar Harbeng Masni; Zuhri Saputra Hutabarat; Heni Pratiwi; Arif Rahim; Erlina Zahar; Dwi Putri Budiningtyas; Ade Rahima; Myson Myson; Lili Andriani; Firman Tara; Said Alamuadudi; Evi Adriani; Azizah Azizah; Leily Wustha Johar; Diliza Afrilla; Rioni Rizki Aldiansyah; Sujoko Sujoko; Rahmawati Rahmawati; Apdelmi Apdelmi
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - Juli
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i3.99

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai religius, moral, sosial, dan budaya yang terkandung dalam tradisi mandi safar. Metode: menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi, identifikasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi nilai-nilai budaya, diskusi interaktif, refleksi bersama, serta evaluasi kegiatan. Pendampingan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda untuk memahami serta menginternalisasikan nilai religius, moral, sosial, dan budaya dalam tradisi mandi safar. Hasil: adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai religius, moral, sosial, dan budaya yang terkandung dalam Tradisi Mandi Safar. Kegiatan pendampingan juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya masyarakat desa Air Hitam Laut. Kesimpulan: kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi mandi safar. Kontribusi: terletak pada penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan tradisi mandi safar sebagai media internalisasi nilai religius, moral, dan sosial.