Aisyah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah Dan Kolaborasi Matematika Menggunakan Model RAKAT Pada Siswa SD Aisyah; Amberansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1127

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Komet Banjarbaru dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar melalui penerapan Model RAKAT yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian menggunakan pendekatan dengan data kualitatif dan kuantitatif dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 28 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa mencapai kategori sangat aktif, serta keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor meningkat pada setiap pertemuan hingga ketuntasan belajar klasikal tercapai. Temuan ini menunjukkan bahwa Model RAKAT dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini adalah Model RAKAT dapat digunakan sebagai acuan bagi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih aktif, kontekstual, dan kolaboratif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pengembangan dan penerapan model pembelajaran terintegrasi pada konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda.
Masyarakat Madani Dalam Perspektif Islam Aisyah; Normina; Nor syifa; Rahmah; Zaymah Bubiyah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2023): Maret: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i2.107

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Konsepsi Masyarakat Madani dalam Perspektif Islam” dengan fokus persoalan (1) kapan konsepsi masyarakat madani muncul? Mengapa harus muncul?; (2) Bagaimana konsepsi masyarakat madani dalam perspektif Pendidikan Islam?; dan (3) Apa upaya ideal untuk menuju masyarakat madani?. Dari fokus persoalan ini, maka tujuan penelitian dimaksud adalah (1) Mengeksplorasi secara mendalam tentang muncul-nya konsepsi masyarakat madani, dan keharusan masyarakat madani muncul; (2) Mengkaji lebih jauh upaya ideal untuk menuju masyarakat madani. Dalam eksplorasi data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan serta memahami aktivitas atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sedangkan langkah-langkah penelitian ini dapat dilakukan secara heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Selanjutnya, prosedur pengolahan data, digunakan Content Analysis. Hal ini tentunya peneliti mengadakan ana-lisis terhadap validitas instrumen atau data yang hendak diukur, melalui proses tahapan pengolahan data sehingga data tersebut siap diinterpretasikan dan disimpulkan. Mencermati konteks di atas, maka temuan penelitian menunjukkan bahwa konsepsi masyarakat madani dalam perspektif pendidikan islam niscaya memiliki tiga dimensi, yaitu masyarakat madani harus memiliki identitas diri dibuktikan dengan kepemilikan wilayah dan masyarakat konkrit; masyarakat madani harus memiliki pemimpin yang adil dan bijak dibuktikan dengan aturan hukum dan perekonomoian mapan serta perpolitikan yang setabil; di samping masyarakat madani harus memiliki cendikiawan yang handal sebagai konsultan pemimpin di dalam menentukan kebijakan dan aturan hukum negara.