Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL BERANI DI SEKOLAH DASAR Rajwa Syahdini Puteri; Amberansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7868

Abstract

Melalui penggunaan model BERANI, yang menggabungkan metode Pembelajaran Berbasis Masalah, Turnamen Permainan Tim, dan Melempar Bola Salju, penelitian tindakan kelas ini berupaya untuk meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar matematika. Sembilan belas siswa kelas lima berpartisipasi dalam penelitian tiga siklus di SDN Berangas 2, Barito Kuala. Setiap siklus mematuhi fase-fase model Kemmis dan McTaggart yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penilaian tertulis, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian menjadi sasaran analisis kuantitatif dan kualitatif. Temuan-temuan tersebut menunjukkan peningkatan yang stabil dalam setiap metrik. Skor rata-rata untuk aktivitas siswa meningkat dari 2,30 pada Siklus I menjadi 3,54 pada Siklus III. Kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 2,18 menjadi 3,45, dan pada siklus ketiga, 89% dari mereka telah menguasai tujuan pembelajaran, naik dari 47% pada siklus pertama. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa paradigma BERANI dapat berhasil meningkatkan prestasi akademik, pemikiran kritis, dan keterlibatan aktif anak-anak sekolah dasar dalam pengajaran matematika.
AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PICTURE AND PICTURE DAN TALKING STICK DI SDN PEMURUS DALAM 6 BANJARMASIN Rezqia Maulida; Amberansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8008

Abstract

Students in six second-grade classes at SDN Pemurus have problems with critical thinking skills, lack of activity, and poor learning outcomes. If they are not engaged and do not understand the concepts correctly, learning becomes boring and useless. Classroom action research is the qualitative methodology employed in this study. In order to ascertain whether a project-based learning model, photographs and photos, and Talking Sticks could enhance critical thinking abilities, learning outcomes, student activity, and instructor activity, this study was carried out over the course of four sessions during the 2024–2025 academic year. Success indicators for the data collected included individual completion rates of 70% and classical completion rates of 82%. Teachers scored 31 in the "Very Good" category, student activities scored 97% in the "Very Active" category, students' critical thinking skills scored 97% in the "Very Skilled" category, and student learning outcomes scored 97% in the "Mastery level" category, according to the research findings. These findings suggest that applying a well-thought-out learning approach can enhance students' capacity for critical thought.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MUATAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING, MAKE A MATCH, DAN NUMBERED HEADS TOGETHER DI SDN SUNGAI MIAI 4 BANJARMASIN Nur Nida Rahma; Amberansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8070

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena ditemukan permasalahan terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa, serta hasil belajar siswa yang masih rendah dalam pembelajaran Matematika. Penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran kurang bervariasi, pembelajaran tidak berpusat pada siswa, siswa tidak terbiasa dengan soal HOTS, dan minimnya rasa keingintahuan siswa pada materi pelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa, dan menganalisis hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) selama 4 pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin yang totalnya 24 orang terdiri atas 12 laki-laki dan 12 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat pada seluruh variabel yang diteliti yaitu aktivitas guru mengalami peningkatan skor dari 31 menjadi 40, aktivitas siswa secara klasikal mengalami peningkatan persentase dari 4% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis siswa secara klasikal mengalami peningkatan persentase dari 4% menjadi 92%, dan hasil belajar siswa secara klasikal yang terdiri dari tiga aspek juga mengalami peningkatan meliputi aspek kognitif dari 50% menjadi 100%, aspek afektif dari 67% menjadi 100%, dan aspek psikomotorik dari 50% menjadi 100%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa, serta hasil belajar siswa dapat terjadi karena penggunaan model Problem Based Learning, Make A Match, dan Numbered Heads Together.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD, SNOWBALL THROWING, PICTURE AND PICTURE SDN PEMBANTANAN 1 KABUPATEN BANJAR Stevie Nur Mayanda Yani; Amberansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11969

Abstract

The study aims to investigate learning objectives, practice questions,and critical thinkingskills related to the animal life cycle curriculum for fourth-grade students at SDNPembantaian 1 Sungai Tabuk. Using both qualitative and quantitative researchapproaches,the study conducted Classroom Action Research (CAR) in four meetings with18 fourth-grade students as subjects, even during the 2023-2024 semester. The researchfindings showed that instructor activity increased from a score of 17 to 30 for meetings1-4, student participation increased from 28% to 100% in meetings 1-4, the criticalthinking component increased from 28% to 100% in meetings 1-4, and learningoutcomes increased from 50% to 100% in meetings 1-4.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Muatan Ipa Tema 7 Menggunakan Kombinasi Model Pbl, Savi, Make A Match Kelas Iv Sdn Belitung Utara 3 Banjarmasin Febry Agustina; Amberansyah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.328

Abstract

The problem addressed in this research is the low critical thinking skills of students, which affects their learning outcomes in the subject of Electricity in Science. The objective of this study is to describe the teacher's activities, analyze student activities, analyze critical thinking skills, and examine learning outcomes. This research adopts a qualitative approach with a classroom action research design conducted over four meetings. The research subjects consist of 20 students from the fourth grade of SDN Belitung Utara 3 Banjarmasin, comprising 10 male and 10 female students. Both qualitative and quantitative data are collected in this study. Qualitative data are obtained through observations of the teacher's activities, student activities, and students' critical thinking skills, while quantitative data are gathered from student learning outcomes. The findings of this research indicate that the teacher's activities in the fourth meeting meet the criteria of "Excellent." Student activities in the fourth meeting reach 85% with the criteria of "Very Good." Critical thinking skills in the fourth meeting reach 80% with the criteria of "Very Skilled," and the classical completeness of learning outcomes in the fourth meeting reaches 85%. Based on the research findings, it can be concluded that the combination of the PBL, SAVI, and Make a Match models can enhance student activities, critical thinking skills, and learning outcomes.
Meningkatkan Keterampilan Kerjasama, Dan Hasil Belajar Muatan IPA Tema 6 Menggunakan Kombinasi Model PJBL, GI, Dan NHT Pada Siswa Kelas V SDN Kuin Selatan 1 Banjarmasin Sifa Noor Anggraini; Amberansyah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.338

Abstract

The problems raised from this study are the low activity, student collaboration skills and student learning outcomes. The reason is that students are less involved in learning, lack of interaction between students (student involvement in collaboration), monotonous learning, and students do not understand the learning material. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze student activities, cooperative skills, and student learning outcomes. Class action research (CAR) that was carried out was for 4 meetings. This research was carried out at Kuin Selatan 1 Public Elementary School, Banjarmasin City, in class VB students with a total of 17 students in the 2022/2023 school year. Acquisition of data obtained is quantitative and qualitative data. The results of this study indicate that the teacher's activity in meeting 4 obtained a score of 97%. Student activity at meeting 4 obtained 88%. Student cooperation skills at meeting 4 obtained 94%. Student learning outcomes at meeting 4 reached 94%. Based on these findings it can be concluded that learning using a combination of Project Based Learning, Group Investigation, and Numbered Head Together models can increase student activity, collaboration skills and student learning outcomes.
Penggunaan Model PLANET untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar Nurrahmatun Nisa; Amberansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.856

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama merupakan kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, hasil observasi di kelas IV SDN Melayu 6 Banjarmasin menunjukkan bahwa sebagian besar murid masih mengalami kesulitan dalam memahami soal matematika, menentukan strategi penyelesaian, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid melalui penerapan model PLANET. Penelitian menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 18 murid kelas IV SDN Melayu 6 Banjarmasin. Model PLANET merupakan integrasi Problem Based Learning (PBL), Teams Games Tournament (TGT), dan Number Heads Together (NHT). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diteliti. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 6% menjadi 83%, keterampilan pemecahan masalah dari 33% menjadi 83%, keterampilan kerja sama dari 44% menjadi 83%, dan hasil belajar dari 22% menjadi 94%. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari 81% menjadi 97% dan aktivitas murid dari 17% menjadi 83%. Temuan ini menunjukkan bahwa model PLANET mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna sehingga efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah Dan Kolaborasi Matematika Menggunakan Model RAKAT Pada Siswa SD Aisyah; Amberansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1127

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Komet Banjarbaru dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar melalui penerapan Model RAKAT yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian menggunakan pendekatan dengan data kualitatif dan kuantitatif dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 28 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa mencapai kategori sangat aktif, serta keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor meningkat pada setiap pertemuan hingga ketuntasan belajar klasikal tercapai. Temuan ini menunjukkan bahwa Model RAKAT dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini adalah Model RAKAT dapat digunakan sebagai acuan bagi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih aktif, kontekstual, dan kolaboratif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pengembangan dan penerapan model pembelajaran terintegrasi pada konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda.