Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Komet Banjarbaru dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar melalui penerapan Model RAKAT yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian menggunakan pendekatan dengan data kualitatif dan kuantitatif dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 28 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa mencapai kategori sangat aktif, serta keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor meningkat pada setiap pertemuan hingga ketuntasan belajar klasikal tercapai. Temuan ini menunjukkan bahwa Model RAKAT dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini adalah Model RAKAT dapat digunakan sebagai acuan bagi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih aktif, kontekstual, dan kolaboratif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pengembangan dan penerapan model pembelajaran terintegrasi pada konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda.
Copyrights © 2026