Ismunandar, Denni
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Investigasi, strategi, implementasi, dan evaluasi integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran matematika sebagai upaya pengembangan profesionalisme guru matematika SMP Taufan, Mochammad; Nurafifah, Luthfiyati; Sudirman, Sudirman; Mellawaty, Mellawaty; Ismunandar, Denni; Isnawan, Muhammad Galang
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.460

Abstract

Pendidikan abad 21 menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembalajarannya khususnya pembalajaran matematika. Namun, masih minimnya pelatihan, sosialisasi dan seminar terkait dengan cara mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi yang valid, praktis dan efektif masih sangat kurang. Oleh karena hal itu, penelitian ini bertujuan menginvestigasi, menyusun strategi, mengimplemtasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring guru matematika di masa pandemi COVID-19. Subjek penelitian yang terlibat pada penelitian ini adalah calon guru dan guru matematika tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Indramayu. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni (a) lembar observasi; (b) pedoman wawancara; (c) angket; (d) tes evaluasi adopsi teknologi. Sedangkan analisis data yang dilakukan yakni mengumpulkan data, melakukan pengkodean, menganalisis kode, menyajikan data, menyimpulkan dan memverifikasi kesimpulan. Pengolahan data secara kualitatif tersebut dibantu dengan menggunakan software AtlasTi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Pada tahap investigasi sebagian besar guru menggunakan beberapa aplikasi diantaranya yaitu, Zoom Meeting, YouTube, WhatsApp, PowerPoint, Google Meet, Google Form, Google Drive, Google Classroom, Geogebra dan Blog sekolah. (2) pada tahap strategi, peneliti mengadakan diskusi dan workshop dengan beberapa guru matematika dengan dasar hasil penelitian pada tahap investigasi tentang penggunaan ICT pada pembelajaran matematika serta kesulitan yang dirasakan oleh guru selama pandemi COVID-19. (3) pada tahap implementasi, guru menggunakan aplikasi yang telah dibuat atau yang sudah jadi sebelumnya. Pada tahap ini, langkah awalnya adalah mempersiapkan siswa mengguanakan aplikasi tersebut dengan cara mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengubduh (download) aplikasi tersebut serta menjelaskan cara menggunakan media pembelajaran matematika yang berupa aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone tersebut. (4) Pada tahap evaluasi, diperoleh kesimpulan bahwa integrasi media pembelajaran matematika berbasis ICT cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci: Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pembelajaran Matematika; Guru Matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF GOOGLE FORM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Nabilah, Barikatun; Ismunandar, Denni; Lestari, Wiwit Damayanti
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14718

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti selama kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Lohbener, kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan belum optimal terutama ketika diberikan permasalahan kontekstual. Hal ini berdampak hasil belajar siswa menjadi rendah. Selain itu, penyampaian materi masih menggunakan metode ceramah belum mengkombinasikan dengan model pembelajaran kooperatif dan evaluasi pembelajaran belum mengkombinasikan dengan media kuis interaktif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah penerapan model TGT berbantuan kuis interaktif Google Form. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan efektivitas perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA NEGERI 1 Lohbener. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X-C yang berjumlah 36 siswa. Data utama yang dikumpulkan adalah data variabel kemampuan pemecahan masalah matematis. Untuk mengumpulkan data tersebut, peneliti menggunakan instrumen berupa tes. Berdasarkan hasil analisis data pada uji one sample test, didapatkan nilai signifikansi bahwa nilai sig = 0,909 > 0,05 maka H0 diterima. Dengan demikian penggunaan model TGT berbantuan kuis interaktif google form tidak efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
Improving Students' Problem Solving Abilities through the Application of Auditory Intellectually Repetition Model Ismunandar, Denni; Rosyadi, Rosyadi; Nurafifah, Luthfiyati; Jofre, Ahmad
Journal of Instructional Mathematics Vol. 3 No. 2 (2022): Connecting Mathematical Concepts in Learning and Solving Problems
Publisher : Pendidikan Matematika STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jim.v3i2.1385

Abstract

The purpose of this study is to know the improvement of students' problem solving ability through the Application of auditory intellectually repetition (AIR) model. This research method uses the quantitative method by taking one experimental class. Samples were assigned from one Public Vocational School in Indramayu, by a purposive technique, based on the selection of teaching teachers. They were from X TKJ2 consisting of 29 students. Data retrieval uses a pretest and posttest of problem solving abilities. Based on the results of data analysis: (i) the student's pretest got the lowest and highest score respectively 6 and 23, and the average was 14.42, (ii) the student's posttest got the lowest and highest score respectively 21 and 38, and the average was 31.17. The maximum score for the pretest and posttest is 40. Based on the hypothesis test using the t-test obtained the observation value of t was 6 and the critical value of t was 2.03, because of that the AIR model was effectively implemented in learning in the classroom. Furthermore, a gain score test was carried out, and then the results were obtained by using the AIR model to improve students' problem solving abilities.
Analysis of Factors Inhibiting Students’ Problem-Solving Ability on Sequences and Series at SMA Negeri 2 Indramayu Ihwan, Dinan Fadila; Ismunandar, Denni
Gema Wiralodra Vol. 16 No. 2 (2025): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v16i2.882

Abstract

This study is motivated by the persistently low level of students’ mathematical problem-solving ability in the topic of sequences and series, despite its importance in the senior high school mathematics curriculum. The purpose of this study is to identify and describe factors that inhibit students’ problem-solving ability in sequences and series at SMA Negeri 2 Indramayu from the perspectives of mathematics teachers. This research employed a descriptive qualitative approach involving several mathematics teachers at SMA Negeri 2 Indramayu. Data were collected through semi-structured interviews focusing on instructional methods, internal and external inhibiting factors, strategies implemented by teachers, and an overview of students’ problem-solving abilities. The findings indicate that teachers use a variety of instructional methods, including direct instruction, deep learning approaches, STAD-type cooperative learning, visual approaches, and GeoGebra; however, their implementation is constrained by time limitations and classroom conditions. Internal inhibiting factors include low learning motivation, students’ reluctance to engage, weak mastery of basic concepts, and difficulties in understanding word problems. External factors include limited learning facilities, less conducive classroom environments, and restricted instructional time. Teachers attempt to overcome these obstacles through interactive media, e-modules, educational games, personal approaches, scaffolding, and visualization, although these strategies have not yet been implemented optimally. These findings emphasize the need for more systematic, problem-solving-oriented lesson planning in teaching sequences and series.