Sitti Syamsiah
Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS INSIDEN KAPAL MV. IBRAHIM ZAHIER TERHADAP OPERASIONAL DI PT PUPUK INDONESIA LOGISTIK Yofriztine Yofriztine; Sitti Syamsiah; Nurul Hatifah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1023

Abstract

Logistik maritim memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk di negara kepulauan. Penelitian ini menganalisis dampak insiden tubrukan kapal MV Ibrahim Zahier dengan TB Alfine Marine 13 terhadap kegiatan operasional PT Pupuk Indonesia Logistik. Insiden terjadi di perairan Tanjung Buyut ketika MV Ibrahim Zahier menunggu antrean masuk ke jetty untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak kapal, petugas operasional perusahaan, dan pihak pelabuhan, serta studi dokumentasi atas kerusakan kapal, kerugian muatan, dan proses penanganan insiden. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden tubrukan berdampak pada tiga dimensi utama. Pertama, jadwal bongkar muat dan pengiriman pupuk terganggu karena kapal harus menjalani pemeriksaan keselamatan, investigasi, dan perbaikan. Kedua, kerusakan lambung dan kebocoran palka menyebabkan sebagian muatan pupuk urea terkontaminasi air laut sehingga terjadi penurunan kualitas dan kerugian muatan. Ketiga, insiden menimbulkan dampak tidak langsung terhadap koordinasi, kepuasan pelanggan, dan kepercayaan pelanggan karena komitmen distribusi tidak dapat dipenuhi sesuai rencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tubrukan kapal dalam logistik pupuk tidak hanya merupakan persoalan teknis, tetapi juga risiko operasional yang memengaruhi keandalan rantai pasok. Penguatan kesiapan navigasi, pengendalian kelelahan awak kapal, koordinasi darurat, perlindungan muatan, dan evaluasi pascainsiden perlu dilakukan untuk mencegah gangguan serupa di masa mendatang.
RESTORASI KENDALA DAN TANTANGAN DIGITALISASI E-PAS KECIL BAGI NELAYAN MELALUI PROGRAM INTEGRASI INOVATIF KSOP KELAS I BALIKPAPAN Rifka Amalia Wardani K; Sitti Syamsiah; Sitti Syamsiah; Nurul Hatifah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1042

Abstract

Meskipun sistem digitalisasi administrasi pelayaran e-Pas Kecil dirancang untuk meningkatkan efektivitas birokrasi, pengoperasiannya di lapangan sering kali memicu hambatan bagi aktor sasarannya, khususnya nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala mendasar yang dihadapi pemilik kapal penangkap ikan dalam mengoperasikan aplikasi e-Pas Kecil di wilayah kerja KSOP Kelas I Balikpapan serta menganalisis efektivitas solusi yang diimplementasikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap nelayan pemilik kapal, staf Dinas Perikanan Kota Balikpapan, dan petugas KSOP. Hasil penelitian mendeteksi tiga kendala utama: rendahnya tingkat literasi digital para nelayan, keterbatasan kepemilikan gawai pintar (hardware) yang memadai, serta minimnya penetrasi jaringan internet yang stabil di kawasan pesisir terpencil. Sebagai wujud resolusi, langkah kolaboratif berupa pembukaan "Gerai e-Pas Kecil" atas kerja sama terpadu antara KSOP Kelas I Balikpapan dan Dinas Perikanan terbukti mampu menjadi solusi konkret dalam melakukan asistensi langsung dan meningkatkan partisipasi hukum nelayan secara signifikan.
Analisis Penggunaan Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT)Di PT Djakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar Fahmi Faturrahman; Sitti Syamsiah
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2407

Abstract

Inovasi teknologi mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor, termasuk sektor maritim di Indonesia. Salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengatasi disparitas harga barang antardaerah di wilayah kepulauan adalah dengan mengimplementasikan Program Tol Laut. Untuk mendukung kelancaran operasional program tersebut, pemerintah memperkenalkan sebuah laman bernama Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT). Laman ini dirancang untuk mempermudah proses pengurusan muatan kapal, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan SITOLAUT melalui indikator penggunaan sistem, kualitas informasi, dampak terhadap pekerjaan, kepuasan pengguna (operator), perubahan tingkat pengetahuan, dan mengidentifikasi kendala teknis maupun nonteknis yang dialami operator. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada para pengguna sistem. Data yang diperoleh dianalisis dan disesuaikan dengan teori-teori relevan yang mendukung kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SITOLAUT mampu memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi kerja dan transparansi dalam proses logistik Tol Laut dengan median lead time pengurusan dokumen yang sebelumnya memerlukan waktu tiga hari, berhasil dipersingkat menjadi satu hari (penurunan sekitar 67%). Namun, masih terdapat beberapa kendala internal dan eksternal. Kendala internal berasal dari laman SITOLAUT, seperti pemeliharaan (maintenance), ketiadaan fitur notifikasi, serta keterlambatan pengiriman data pembayaran dengan rata-rata downtime sistem yang tercatat hanya sekitar 4 jam per bulan. Adapun kendala eksternal berasal dari pengirim (shipper) yang tidak memasukkan beberapa data yang diperlukan. Meskipun demikian, perusahaan pengguna SITOLAUT telah mampu mengatasi hambatan tersebut melalui berbagai penyesuaian dan solusi internal.
Optimalisasi Waktu Siklus Muat Batu Bara pada Kapal yang diageni oleh PT Maritel Bahtera Abadi Muhamad Putra Armadya; Sitti Syamsiah
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2423

Abstract

Waktu siklus merupakan keseluruhan waktu yang dibutuhkan suatu proses sejak dimulai hingga selesai. Dalam konteks pemuatan batu bara, waktu siklus merepresentasikan durasi yang dibutuhkan untuk mengangkut batu bara dari tempat asalnya hingga ke palka kapal. Berdasarkan analisis waktu siklus pemuatan batu bara di kapal MV. KOSMAN, ditemukan beragam faktor yang menghambat kelancaran kegiatan pemuatan. Penelitian ini menitikberatkan pada identifikasi berbagai faktor penyebab keterlambatan waktu siklus serta perumusan langkah-langkah optimal untuk meningkatkan efisiensi proses pemuatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta penelaahan dokumen. Melalui pendekatan tersebut, dirumuskan sejumlah rekomendasi teknis untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi kegiatan pemuatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemuatan menghadapi berbagai kendala utama, antara lain keterlambatan kedatangan tongkang dan landing craft tank (LCT), kondisi cuaca, serta kendala teknis lainnya. Penelitian yang dilakukan pada kapal MV. KOSMAN dalam aktivitas pemuatan batu bara di PT Indexim mengindikasikan bahwa perbaikan waktu siklus dapat dicapai melalui optimalisasi kapasitas belt conveyor, pembaruan mekanisme shifting permit, percepatan proses bongkar muat di dermaga, serta penguatan koordinasi antarpihak. Pelaksanaan upaya tersebut menghasilkan sistem pemuatan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.