Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan akses air bersih, kondisi sanitasi, serta strategi adaptasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 17 informan yang terdiri atas warga masyarakat, pengurus RT/RW, dan perangkat kelurahan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses air bersih di Tambakrejo masih didominasi oleh kombinasi penggunaan PDAM dan sumur, dengan berbagai kendala seperti ketidakstabilan pasokan, kualitas air yang menurun, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Kondisi sanitasi juga belum merata, ditandai dengan masih adanya penggunaan sungai dan MCK umum akibat keterbatasan lahan dan biaya. Temuan utama penelitian ini mengungkap pola struktural ketimpangan adaptasi yang ditentukan oleh kapasitas ekonomi rumah tangga yakni kelompok mampu melakukan adaptasi fisik jangka panjang, sedangkan kelompok ekonomi menengah kebawah bertumpu pada modal sosial sebagai strategi survival. Pola ini menunjukkan bahwa ketahanan komunitas pesisir bersifat berlapis dan tidak merata, sehingga intervensi kebijakan perlu bersifat diferensial sesuai kapasitas kelompok sasaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan penguatan infrastruktur untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.