Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi untuk Akses Distribusi Air Bersih dan Sanitasi di Kelurahan Tambakrejo Kota Semarang Destina Marta Fiani; Zerlinda Nova Ardelia; Muchammad Mugiono; Dewi Liesnoor Setyowati; Puji Hardati
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.113926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan akses air bersih, kondisi sanitasi, serta strategi adaptasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 17 informan yang terdiri atas warga masyarakat, pengurus RT/RW, dan perangkat kelurahan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses air bersih di Tambakrejo masih didominasi oleh kombinasi penggunaan PDAM dan sumur, dengan berbagai kendala seperti ketidakstabilan pasokan, kualitas air yang menurun, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Kondisi sanitasi juga belum merata, ditandai dengan masih adanya penggunaan sungai dan MCK umum akibat keterbatasan lahan dan biaya. Temuan utama penelitian ini mengungkap pola struktural ketimpangan adaptasi yang ditentukan oleh kapasitas ekonomi rumah tangga yakni kelompok mampu melakukan adaptasi fisik jangka panjang, sedangkan kelompok ekonomi menengah kebawah bertumpu pada modal sosial sebagai strategi survival. Pola ini menunjukkan bahwa ketahanan komunitas pesisir bersifat berlapis dan tidak merata, sehingga intervensi kebijakan perlu bersifat diferensial sesuai kapasitas kelompok sasaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan penguatan infrastruktur untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.
Local Wisdom as the Foundation of Multicultural Education in Indonesia Muchammad Mugiono
Council: Education Journal of Social Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Council: Education Journal of Social Studies
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/council.v4i2.823

Abstract

Multicultural education in Indonesia often remains trapped in theoretical abstractions that are disconnected from the sociocultural realities of students. This study aims to examine local wisdom as a foundation for contextual multicultural education, identify multicultural values within various Indonesian traditions, and formulate strategies for their integration into learning processes. This research employs a systematic literature review with a qualitative-descriptive approach, analyzing data sourced from SINTA-accredited journals (2015–2025), textbooks, and conference proceedings. The findings indicate that Indonesian traditions such as Pela Gandong (Maluku), Mapalus (Minahasa), Ngayah (Bali), Ruwatan (Java), Grebeg-Sekaten (Yogyakarta-Solo), Cap Go Meh, and Lomban (Cirebon) inherently embody values of tolerance, equality, and cross-identity fraternity. Strategies for integrating such local wisdom can be implemented through formal curricula, extracurricular activities, project-based learning (PjBL), Culturally Responsive Teaching (CRT) approaches, and teacher modeling. Nevertheless, significant challenges persist in its implementation, specifically the scarcity of cultural documentation, insufficient teacher training, and the dominance of a centralized curriculum. This paper contributes to shifting the paradigm of multicultural education toward pedagogical practices rooted in local culture, while offering a practical framework for educators in the field.