Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan terkait pemahaman yang kurang optimal dalam membaca teks puisi, terutama dalam hal menafsirkan makna teks puisi dengan fokus pada pemahaman bahasa figuratif. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif oleh para pendidik. Tujuan dari penelitian ini mencakup beberapa hal, yakni: 1) untuk menggambarkan kemampuan peserta didik sebelum menerapkan model Discovery Learning dalam menafsirkan makna teks puisi di SMA Pasundan 2 Bandung; 2) untuk menggambarkan kemampuan peserta didik setelah menerapkan model Discovery Learning dalam menafsirkan makna teks puisi di SMA Pasundan 2 Bandung; 3) untuk menggambarkan perbedaan kemampuan dalam menafsirkan makna teks puisi yang berfokus pada bahasa figuratif antara peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol; 4) untuk menilai ketepatan model Discovery Learning dalam pembelajaran menafsirkan makna teks puisi di SMA Pasundan 2 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan pengujian sebelum dan sesudah serta adanya kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan mencakup hasil prates dan pascates dari peserta didik di kelas eksperimen dan kontrol di SMA Pasundan 2 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta didik dalam menafsirkan makna teks puisi yang berfokus pada bahasa figuratif melalui penerapan model Discovery Learning. Rata-rata hasil prates kelas eksperimen adalah 41,28 dan meningkat menjadi 86,08 pada pascates, sedangkan rata-rata hasil prates kelas kontrol adalah 39,60 dan meningkat menjadi 53,52 pada pascates.