Pembentukan karakter peserta didik usia dini merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Masa usia dini (0–6 tahun) dikenal sebagai golden age, yakni periode kritis di mana otak anak berkembang secara pesat dan karakter mulai terbentuk melalui pengalaman serta pembiasaan yang diterimanya. Artikel ini bertujuan mengkaji implikasi pembelajaran pembiasaan nilai moral dan agama terhadap pembentukan karakter peserta didik usia dini, baik dalam konteks pendidikan formal di lembaga PAUD/TK maupun dalam lingkungan keluarga. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menganalisis 25 sumber ilmiah yang relevan, mencakup teori perkembangan moral Kohlberg, teori pembiasaan Pavlov dan Thorndike, serta konsep pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran pembiasaan nilai moral dan agama yang diterapkan secara konsisten, terintegrasi, dan kontekstual terbukti memberikan implikasi positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak usia dini, meliputi dimensi kebiasaan memberi salam, sopan santun, kejujuran, kedisiplinan, empati, tanggung jawab, dan kemandirian. Implikasinya, lembaga pendidikan anak usia dini perlu merancang kurikulum berbasis nilai (value-based curriculum) yang mengintegrasikan aspek moral dan spiritual secara sistematis dalam setiap aktivitas pembelajaran sehari-hari.