Josua Arnaldo Pane
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN DIGITALISASI UMKM DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA Divo Valentino Siboro; Josua Arnaldo Pane
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14693

Abstract

ABSTRACTDigitalization of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a crucial strategy for driving regional economic growth in Indonesia in the digital economy era. This study aims to analyze the role of MSME digitalization in increasing business productivity, expanding market access, and strengthening regional economic competitiveness using Rogers' (2003) Diffusion of Innovation theory. The research method used is a literature review utilizing various scientific journals, books, and secondary data from official institutions. The results show that MSME digitalization has a positive contribution to regional economic growth by increasing productivity, community income, and job creation. However, the digital transformation of MSMEs still faces obstacles such as low digital literacy, limited technological infrastructure, and disparities in internet access. Therefore, strengthening the digital ecosystem through increased digital literacy, infrastructure support, and government policies is necessary to accelerate the digital transformation of MSMEs in Indonesia.
Pengaruh Tingkat Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 1994-2023 Gresia Apriyani; Siti Sarah Tumangger; Sri Ramadhani Siregar; Josua Arnaldo Pane
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1587

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan utama pembangunan ekonomi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar tenaga kerja dan stabilitas harga. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat mengurangi pendapatan masyarakat, sedangkan inflasi yang tidak terkendali dapat menurunkan daya beli, terutama kelompok berpendapatan rendah. Oleh karena itu, analisis mengenai keterkaitan pengangguran dan inflasi dengan kemiskinan penting dilakukan sebagai dasar perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia selama periode 1994–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan data sekunder tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Sampel penelitian terdiri atas 30 observasi tahunan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan ketersediaan dan konsistensi data. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics, meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sehingga peningkatan pengangguran cenderung diikuti peningkatan kemiskinan. Inflasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan karena kenaikan harga barang dan jasa menurunkan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Secara simultan, pengangguran dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan selama periode penelitian. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya integrasi kebijakan penciptaan lapangan kerja, pengendalian inflasi, dan perlindungan daya beli masyarakat. Namun, nilai koefisien regresi, t-hitung, F-hitung, dan R² belum tersedia sehingga tidak dicantumkan untuk menghindari angka yang tidak terverifikasi. Dengan demikian, pengendalian pengangguran dan stabilitas harga merupakan aspek penting dalam upaya menekan kemiskinan di Indonesia.