Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR: PENGARUH KURANG TIDUR TERHADAP KERUSAKAN DNA DAN KESEHATAN SEL. Khairiyah Ariqah; Siti Ajilah Syarwan Chaniago; Najwa Syifa Nasution; Maria Oktavia Sitorus; Ida Duma Riris; Diva Aulia Ananda; Daniel Ritonga
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14721

Abstract

Sleep deprivation is an increasingly common problem due to changes in modern lifestyles and can have negative impacts on health. One of the most significant biological consequences is the increase in oxidative stress, which may lead to DNA damage and impaired cellular function. This study aims to examine the effects of sleep deprivation on DNA damage and cellular health based on findings from various published studies. The method used was a qualitative literature review. Data were collected from national and international scientific articles discussing the relationship between sleep deprivation, oxidative stress, DNA damage, and cellular health. The collected data were analyzed descriptively to identify the relationships among these variables. The review findings indicate that sleep deprivation increases the production of Reactive Oxygen Species (ROS), which triggers oxidative stress and causes DNA damage. Furthermore, sleep deprivation may inhibit DNA repair mechanisms, alter gene regulation, and increase the accumulation of genetic damage within cells. Persistent DNA damage can induce cellular aging, apoptosis, and increase the risk of various chronic diseases. Therefore, adequate sleep quality and duration are essential for maintaining DNA stability and cellular health.
Peran Metabolisme Karbohidrat dan Senyawa Bioaktif Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) dalam Pengendalian Homeostasis Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Desry Natalia Sidauruk; Dian Sharon Simbolon; Maria Oktavia Sitorus; Moses Christanto Siahaan; Tria Wulandari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia, resistensi insulin, dan penurunan fungsi sel β pankreas sehingga mengganggu homeostasis glukosa darah. Stevia rebaudiana Bertoni banyak dikaji sebagai pemanis alami karena mengandung steviol glikosida, terutama steviosida dan rebaudiosida A, yang berpotensi memengaruhi regulasi glukosa dan respons insulin. Artikel ini bertujuan meninjau potensi S. rebaudiana dalam mendukung pengaturan homeostasis glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2 melalui tinjauan pustaka deskriptif kualitatif berdasarkan data sekunder dari publikasi ilmiah dan sumber kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa steviol glikosida berpotensi memengaruhi jalur pensinyalan insulin melalui INSR, IRS-1, PI3K, Akt, dan GLUT4 sehingga dapat mendukung pengambilan glukosa oleh jaringan. Penelitian praklinis menunjukkan penurunan glukosa darah dan perbaikan beberapa parameter metabolik, sedangkan penelitian pada manusia menunjukkan hasil yang lebih beragam, terutama terkait HbA1c, insulin, dan parameter glikemik jangka panjang. Perbedaan dosis, bentuk sediaan, lama pemberian, karakteristik subjek, dan kandungan steviol glikosida dapat memengaruhi hasil penelitian. Dengan demikian, S. rebaudiana berpotensi sebagai bahan pendukung pengelolaan homeostasis glukosa pada diabetes melitus tipe 2, tetapi belum dapat menggantikan terapi diabetes. Penelitian klinis jangka panjang dengan dosis dan kandungan senyawa aktif yang terstandar masih diperlukan