Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR PENGARUH SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN HERBAL TERHADAP INHIBISI ENZIM Α-GLUKOSIDASE DAN Α-AMILASE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Nadia Dwi Salsabila; Yuda Frans Aresco Saragih; Selli Ronatio Sinaga; Melisa Theoria Simanjuntak; Moses Christanto Siahaan; Ida Duma Riris
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15024

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion, impaired insulin action, or both. One strategy for preventing postprandial hyperglycemia involves inhibiting the enzymes α-amylase and α-glucosidase, which play a key role in carbohydrate digestion. The objective of this study is to investigate the effects of bioactive compounds from medicinal plants on the inhibition of α-amylase and α-glucosidase enzymes as a preventive measure against diabetes mellitus. A literature review was conducted, in which various scientific articles from Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, MDPI, Wiley Online Library, and ResearchGate were collected, analyzed, and evaluated. The results of the study indicate that several medicinal plants, such as Swietenia mahagoni, Annona muricata, Moringa oleifera, Gastrodia elata, and Zingiber cassumunar Roxb. contain bioactive compounds such as phenols, flavonoids, limonoids, alkaloids, tannins, saponins, quinones, and triterpenoids, which can inhibit the activity of the enzymes α-amylase and α-glucosidase. Mahogany seed extract exhibited 77.52% inhibition of α-amylase at a concentration of 500 µg/ml, while bangle extract demonstrated an inhibitory effect on α-glucosidase with an IC₅₀ value of 98.31 µg/ml. These findings suggest that bioactive compounds from herbal plants have the potential to be developed as natural antidiabetic agents by inhibiting digestive enzymes, thereby helping to control blood glucose levels.
Peran Metabolisme Karbohidrat dan Senyawa Bioaktif Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) dalam Pengendalian Homeostasis Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Desry Natalia Sidauruk; Dian Sharon Simbolon; Maria Oktavia Sitorus; Moses Christanto Siahaan; Tria Wulandari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia, resistensi insulin, dan penurunan fungsi sel β pankreas sehingga mengganggu homeostasis glukosa darah. Stevia rebaudiana Bertoni banyak dikaji sebagai pemanis alami karena mengandung steviol glikosida, terutama steviosida dan rebaudiosida A, yang berpotensi memengaruhi regulasi glukosa dan respons insulin. Artikel ini bertujuan meninjau potensi S. rebaudiana dalam mendukung pengaturan homeostasis glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2 melalui tinjauan pustaka deskriptif kualitatif berdasarkan data sekunder dari publikasi ilmiah dan sumber kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa steviol glikosida berpotensi memengaruhi jalur pensinyalan insulin melalui INSR, IRS-1, PI3K, Akt, dan GLUT4 sehingga dapat mendukung pengambilan glukosa oleh jaringan. Penelitian praklinis menunjukkan penurunan glukosa darah dan perbaikan beberapa parameter metabolik, sedangkan penelitian pada manusia menunjukkan hasil yang lebih beragam, terutama terkait HbA1c, insulin, dan parameter glikemik jangka panjang. Perbedaan dosis, bentuk sediaan, lama pemberian, karakteristik subjek, dan kandungan steviol glikosida dapat memengaruhi hasil penelitian. Dengan demikian, S. rebaudiana berpotensi sebagai bahan pendukung pengelolaan homeostasis glukosa pada diabetes melitus tipe 2, tetapi belum dapat menggantikan terapi diabetes. Penelitian klinis jangka panjang dengan dosis dan kandungan senyawa aktif yang terstandar masih diperlukan