Pembangunan manusia merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah. Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih menghadapi permasalahan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi. Bahkan, kabupaten ini memiliki IPM terendah di antara semua kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perkembangan serta pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, belanja pemerintah fungsi pendidikan, dan belanja pemerintah fungsi kesehatan terhadap IPM. Penelitian menggunakan data time series tahun 2010–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren perkembangan IPM meningkat konsisten dari 57,21 menjadi 67,54, pertumbuhan ekonomi fluktuatif dengan kontraksi saat pandemi, tingkat pengangguran rendah dan fluktuatif, kemiskinan menurun, belanja pendidikan fluktuatif, sedangkan belanja kesehatan meningkat pesat. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sementara tingkat pengangguran dan kemiskinan juga menunjukkan pengaruh positif signifikan yang mencerminkan dinamika lokal serta efektivitas program pengentasan kemiskinan, bukan berarti pengangguran dan kemiskinan itu menguntungkan. Sebaliknya, belanja kesehatan berpengaruh negatif signifikan akibat dominasi alokasi darurat pandemi. Dalam jangka pendek, kemiskinan berpengaruh positif signifikan (penurunan kemiskinan yang cepat mendorong IPM), belanja kesehatan berpengaruh negatif signifikan, dan pertumbuhan ekonomi tidak signifikan. Nilai ECT sebesar -0,951 menunjukkan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang yang sangat tinggi. Variabel belanja pendidikan dikeluarkan dari model ARDL karena terdeteksi multikolinearitas.