Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI KEUANGAN KEPADA PEREMPUAN PENGGERAK DESA SUNGAI DUREN DALAM RANGKA BULAN LITERASI KEUANGAN "SRIKANDI KEUANGAN: CERDAS  MENGELOLA, TANGGUH MENJAGA" Sri Ningsih; Nuriah Alfisyahri; Logi Mulawarman; Deki Irawan; Al Parok
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.234

Abstract

Rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat pedesaan, terutama perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga, menjadi tantangan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran finansial perempuan di Desa Sungai Duren melalui edukasi keuangan. Kegiatan ini diadakan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan dengan tema “Srikandi Keuangan: Cerdas Mengelola, Tangguh Menjaga.” Acara ini berlangsung pada 21 Mei 2026 di Aula Desa Sungai Duren dengan 50 peserta yang terlibat. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengelolaan keuangan rumah tangga, perencanaan keuangan, dan kewaspadaan terhadap penipuan serta investasi ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan nilai pre-test naik dari 33% menjadi 56% pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama acara. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun masyarakat desa yang lebih mandiri, cerdas secara finansial, dan mampu menggunakan layanan keuangan dengan bijaksana dan legal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LITERASI DIGITAL DI DESA SUNGAI DUREN, MUARO JAMBI Dwi Hastuti; Nuriah Alfisyahri; Sri Ningsih; Junaidi Junaidi; Siti Hodijah; Zulgani Zulgani; Hardiani Hardiani; Yulmardi Yulmardi; Purwaka Hari Prihanto; Parmadi Parmadi; Selamet Rahmadi
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.239

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Sungai Duren, Muaro Jambi, agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Program ini menekankan penggunaan internet, media sosial, layanan perbankan digital, serta praktik keamanan informasi untuk mencegah risiko digital. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan langsung, simulasi penggunaan teknologi, dan pendampingan praktis, sehingga peserta memperoleh pengalaman aplikatif dan pemahaman yang komprehensif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan digital, pengurangan kesalahan penggunaan teknologi, dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik berbasis digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi keberlanjutan literasi digital, mendorong kemandirian masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan dan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi.
Blue Economy Development and Income Inequality: a Dynamic Panel Analysis of Indonesian Provinces Fradya Randa; Bunga Paramita; Sufnirayanti Sufnirayanti; Sri Ningsih; Lastri Anggi Fani
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3775

Abstract

This study provides a dynamic panel analysis of the relationship between blue economy development and income inequality across 32 Indonesian provinces over the period 2019–2025. Focusing on the fisheries sector as a key and measurable component of blue economy activities in Indonesia, the analysis System GMM estimation to address endogeneity and Nickell bias, the analysis yields several key findings. Income inequality exhibits strong temporal persistence, with a lagged Gini coefficient of 0.8108, indicating that approximately 81% of inequality carries over from one year to the next. F isheries sector development , measured by the fisheries sector’s contribution to provincial GRDP, shows no statistically significant effect on income inequality at the aggregate level. Human capital development significantly reduces inequality. Heterogeneity analysis reveals that inequality persistence is higher in low blue economy provinces, than in high blue economy provinces. Human capital development remains a significant equalizing factor in both subsamples. These results show that the development of the fisheries sector in blue economies does not automatically translate into reduced inequality, The benefits of its distribution depend on the complement factors such as infrastructure, institutional capacity, and human capital investment. The findings offer important policy implications for designing more targeted and context sensitive blue economy strategies in Indonesia.
DETERMINAN PERTUMBUHAN INKLUSIF DI PULAU SUMATERA Sri Ningsih; Rian Putra; Dwi Hastuti; Logi Mulawarman
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 9 No. 1 (2026): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/hrwb7k30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Pendidikan, dan Investasi terhadap Pertumbuhan Inklusif di Sumatera pada periode 2019 hingga 2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh signifikan, dengan nilai R-Square sebesar 54,23%. Secara parsial, Pengeluaran Pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan. Ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran belanja publik telah efektif dalam mendorong pembangunan yang merata. Sebaliknya, Pendidikan berpengaruh negatif  yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara output dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja lokal, yang memicu pengangguran terdidik. Variabel Investasi juga menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, mencerminkan bahwa arus modal yang masuk ke Sumatera masih didominasi oleh sektor padat modal dan belum optimal dalam menyerap tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah di Sumatera direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas belanja publik, menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan industri lokal, serta merumuskan regulasi insentif bagi investasi yang bersifat padat karya untuk mengurangi ketimpangan ekonomi.