Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan dasar mengajar guru dalam menciptakan pembelajaran IPAS yang aktif, kontekstual, dan bermakna di sekolah dasar. Observasi awal di kelas IV SDN Oemilal menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih memerlukan penguatan pada kegiatan pembuka, pemberian penguatan, variasi pembelajaran, dan kegiatan penutup agar siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, serta menggambarkan keaktifan belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran IPAS di SDN Oemilal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan lima siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran melalui salam, doa, apersepsi, penyampaian tujuan, refleksi, rangkuman, dan tindak lanjut. Keterampilan memberi penguatan dilakukan melalui pujian verbal dan nonverbal, sedangkan keterampilan mengadakan variasi terlihat dari penggunaan metode, media konkret, pertanyaan pemantik, dan pola interaksi yang beragam. Penerapan keterampilan tersebut berkaitan dengan meningkatnya partisipasi, keberanian berpendapat, dan antusiasme siswa selama pembelajaran IPAS. Temuan ini menegaskan pentingnya keterampilan pedagogik guru dalam membangun pembelajaran yang aktif dan bermakna di sekolah dasar.