Bagus Pratama
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Kepulauan Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD KE-21 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Bagus Pratama; Muhammad Yusuf Budiarto; Aulya Putri; Patimah; Sabrun Jamil
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17138

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan sehingga menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi oleh guru, tetapi diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep paradigma pembelajaran abad ke-21, implementasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan strategi penerapannya di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research (studi kepustakaan). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma pembelajaran abad ke-21 berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pemanfaatan teknologi digital, serta penggunaan model pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi digital guru, kesenjangan infrastruktur teknologi, serta belum meratanya akses terhadap sumber belajar digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi pendidik, pemerataan fasilitas pendidikan, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar implementasi paradigma pembelajaran abad ke-21 dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
MASALAH – MASALAH PENDIDIKAN ISLAM DALAM ERA GLOBALISASI Deassy Arestya Saksitha; Bagus Pratama; Musthofa Husen; Rido Agustian; Sarah Salsabila; Shinta Adha Selina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18690

Abstract

Islamic education currently faces complex challenges amidst the currents of globalization, the Society 5.0 era, and the rapid development of information technology. This study aims to analyze the impact of globalization on Islamic education, the problems of student morals and character, and the challenges of integrating information technology into learning systems. The method used is descriptive analysis with a qualitative approach through literature review. The results of the study show that globalization brings ease of information access, but on the other hand, it triggers moral degradation, individualism, and the misuse of social media that contradicts Islamic teachings. Furthermore, digital transformation in Islamic educational institutions is still constrained by limited digital competence of educators and infrastructure gaps. This research concludes that the success of Islamic education requires synergy between the government, educational institutions, educators, and parents in integrating technology wisely. Strengthening character education based on the values of the Qur'an and As-Sunnah is necessary so that students can adapt to global competition without losing their identity as Muslims.