Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERKAITAN DETERMINAN ADOPSI TEKNOLOGI DENGAN KETERTARIKAN PELAKU USAHA PENGOLAHAN IKAN MENGGUNAKAN DIGITAL MARKETING Rifki Muhamad Imadudin; Elmira Syahdanabila Rozak; Ferdiansyah; Zulfikar Noormansyah; Rudi Priyadi; Rina Nuryati
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.44050

Abstract

The advancement of digital technology opens opportunities for market expansion for business actors; however, the utilization of digital marketing in fish processing enterprises remains suboptimal. This study aims to examine the relationship between seven determinants of technology adoption—Knowledge (X1), Perceived Ease of Use (X2), Trust (X3), Perceived Usefulness (X4), Relative Advantage (X5), Perceived Risk (X6), and Technology Access (X7)—and the intention of fish processing entrepreneurs to implement digital marketing technology. Data collection was conducted using a total sampling method involving all 35 members of the Fishery Product Processing and Marketing Group (Poklahsar) in Tasikmalaya City. Spearman's Rank Correlation was employed as the analytical method appropriate for ordinal-scale data. The results indicate a strong positive correlation with a coefficient of ρ = 0.776, and a t-statistic of 7.064, which exceeds the t-table value of 2.034 at α = 0.05, thereby rejecting the null hypothesis (H₀) with p < 0.001. These findings demonstrate that more favorable determinant factors correspond to a higher intention among business actors to adopt digital marketing. The research implications emphasize the importance of integrated intervention programs that encompass enhancing digital literacy, strengthening trust in digital platforms, and expanding technology accessibility for fishery business actors.
Pemberdayaan Petani Muda dalam Pengembangan Hortikultura Komoditas Cabai Rawit Elmira Syahdanabila Rozak; Rifki Muhamad Imadudin; Ferdiansyah Ferdiansyah; Dedi Djuliansah; Hendar Nuryaman
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.24333

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia pertanian yang mumpuni menjadi tantangan kritis di tengah meningkatnya rata-rata usia petani Indonesia yang kini berada di atas 50 tahun. Petani muda di wilayah Cibeureum, Kota Tasikmalaya menghadapi tiga hambatan struktural utama dalam pengembangan usaha tani hortikultura cabai rawit, yaitu keterbatasan akses permodalan, lemahnya strategi pemasaran, dan belum optimalnya kelembagaan kolektif. Kegiatan penyuluhan pertanian ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani muda tentang mekanisme akses permodalan khususnya KUR dan penyusunan RAB, memperluas wawasan diversifikasi pasar, serta mendorong terbentuknya kelembagaan kolektif melalui model pentahelix. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Aula BPP Cibeureum dengan melibatkan 25 petani muda berusia 18–40 tahun dari tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif yang mengintegrasikan ceramah terstruktur, diskusi, dan simulasi penyusunan RAB sederhana. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan formula Normalized Gain (N-Gain) Hake (1998). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test 49,04 menjadi 88,76 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain Score 0,776 berkategori tinggi. Sebanyak 80% peserta mencapai N-Gain kategori tinggi. Kegiatan ini meletakkan fondasi bagi terbentuknya kelembagaan petani muda yang mandiri dan berdaya saing. Pendampingan lapangan lanjutan disarankan untuk memfasilitasi realisasi akses permodalan, pembentukan kelembagaan petani berbadan hukum, serta penguatan akses pemasaran.