Ali, Sugandi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Risiko Gaya Hidup Multipel pada Pasien Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer: Studi Cross-Sectional di Indonesia Ali, Sugandi; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16916

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan perilaku gaya hidup tidak sehat dapat memperburuk luaran penyakit. Identifikasi faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan Risiko gaya hidup multipel penting untuk mendukung pengembangan intervensi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan memanfaatkan data sekunder dari UPT Puskesmas Ome selama periode 2025–2026. Sebanyak 50 pasien tuberkulosis dilibatkan dalam penelitian ini. Risiko gaya hidup multiple didefinisikan sebagai adanya kombinasi perilaku merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik rendah. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25.0 melalui statistik deskriptif, uji Chi-square, dan uji Fisher’s exact. Sebagian besar responden merupakan kelompok dewasa (90,0%), laki-laki (54,0%), bekerja (60,0%), dan termasuk dalam kategori risiko tinggi gaya hidup multipel (66,0%). Jenis kelamin (p < 0,001) dan status pekerjaan (p < 0,001) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan risiko gaya hidup multipel. Pasien laki-laki dan pasien yang bekerja lebih cenderung memiliki perilaku hidup berisiko tinggi. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan dengan risiko gaya hidup multipel. Jenis kelamin dan status pekerjaan merupakan determinan penting Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis. Intervensi berbasis perilaku dan gaya hidup perlu diprioritaskan terutama pada pasien laki-laki dan pasien yang bekerja guna meningkatkan keberhasilan pengelolaan tuberkulosis dan luaran kesehatan pasien.