Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Diabetes Melitus dengan Penyakit Ginjal Kronis pada Lansia di Indonesia: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Maharani, Ananda Sagita; Asri, Yuni; Fani, Rif'atul
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.15592

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, terutama pada lansia yang memiliki risiko lebih tinggi akibat penuaan fisiologis dan gangguan metabolik. Diabetes melitus merupakan penyebab utama PGK secara global, namun bukti berbasis populasi pada lansia Indonesia masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh diabetes melitus serta faktor sosiodemografi dan klinis terhadap PGK pada lansia Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode: Studi potong lintang ini menganalisis 97.339 responden berusia ≥60 tahun dari dataset SKI 2023. Status PGK ditentukan melalui diagnosis dokter yang dilaporkan sendiri. Analisis survei kompleks pada IBM SPSS Statistics 25 menggunakan pembobotan, stratifikasi, dan pengelompokan untuk menyesuaikan desain survei. Uji chi-square digunakan dengan batas signifikansi p < 0.05. Hasil: Prevalensi PGK sebesar 0,5% (n = 452). Diabetes melitus menunjukkan asosiasi terkuat dengan PGK (p = 0.001). Jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal juga signifikan, sedangkan kelompok umur, status perkawinan, dan pekerjaan tidak signifikan. Kesimpulan: Diabetes melitus merupakan determinan utama PGK pada lansia Indonesia, sehingga perlu penguatan pengendalian glikemik, skrining rutin, dan edukasi kesehatan yang lebih terarah. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Indonesia Health Survei; Lansia; Penyakit Ginjal Kronik.
Kolaborasi Kesehatan untuk Masyarakat: Pengobatan Gratis di Desa Tlogosari Donomulyo Kabupaten Malang Wihatno, Elvianto; Asri, Yuni; Nurmayunita, Heny; Maharani, Ananda Sagita
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i1.2789

Abstract

Abstract: Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai merupakan salah satu tantangan bagi masyarakat pedesaan di Indonesia, terutama di wilayah terpencil seperti Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan pada 18 September 2024 bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa yang menghadapi keterbatasan baik dari segi ekonomi maupun geografis. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang, Klinik Kartika Husada Donomulyo, dan mobil layanan BPJS. Pengobatan ini melayani 212 warga dengan berbagai pemeriksaan kesehatan, termasuk cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga pemberian obat. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya prevalensi penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, serta penyakit menular seperti ISPA dan dugaan Tuberkulosis (TB). Selain memberikan layanan kesehatan, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan kebersihan lingkungan. Meski kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan, edukasi kesehatan dan akses berkelanjutan ke layanan kesehatan tetap diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Peran Dukungan Keluarga dalam Pengendalian Kadar Glukosa Darah pada Lansia Diabetes Melitus Matindas, Felicia; Fani, Rif'atul; Maharani, Ananda Sagita
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with a rapidly increasing prevalence among older adults. Poor glycemic control in the elderly increases the risk of complications, reduces quality of life, and leads to greater health care utilization. Beyond pharmacological treatment, family support is an important non-pharmacological factor that may influence diabetes self-management and blood glucose control, particularly in primary health care settings. This study aimed to examine the role of family support in controlling blood glucose levels among older adults with diabetes mellitus. A quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group design was conducted among 40 older adults with diabetes mellitus in the working area of Tadoy Primary Health Care Center, North Sulawesi, Indonesia. Participants were assigned to an intervention group (n = 20) receiving structured family support in addition to routine care, or a control group (n = 20) receiving routine care only. Blood glucose levels were measured before and after the intervention and analyzed using paired and independent t-tests. The intervention group showed a significant reduction in blood glucose levels (p = 0.000), whereas the control group showed no significant change (p = 0.087). The reduction was significantly greater in the intervention group than in the control group (p = 0.000). Family support significantly improves blood glucose control among older adults with diabetes mellitus. Integrating family-based approaches into primary health care is recommended to enhance diabetes management in elderly populations.
Factors Associated with Mortality Among Stroke Patients Admitted to the Intensive Care Unit: A Retrospective Study Andriani; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is a leading cause of mortality worldwide, particularly among patients requiring intensive care. Identifying factors associated with mortality in the intensive care unit (ICU) is essential to improve clinical management. This study examined factors associated with mortality among stroke patients admitted to the ICU. A retrospective analytic study was conducted using secondary medical record data of stroke patients admitted to the ICU of TK. II R.W. Mongisidi Hospital, Manado, Indonesia, between December 2025 and January 2026. A total of 55 patients were included. Mortality during ICU stay was the primary outcome. Sociodemographic variables, clinical factors, and length of stay were analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests in SPSS version 26, with significance set at p < 0.05. The mortality rate was 41.8%. Most patients had a history of hypertension (78.2%) and uncontrolled blood pressure (87.3%). Age, gender, education, employment status, marital status, genetic factors, medication adherence, history of hypertension, and blood pressure status were not significantly associated with mortality (p > 0.05). Length of ICU stay was significantly associated with mortality (p < 0.001), with deaths occurring more frequently among patients with shorter stays. Length of ICU stay was the only factor significantly associated with mortality among ICU-admitted stroke patients
Peran Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien PRB di Klinik Blimbing Malang Nizam, Moh. Syahrul; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16688

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit kronis, khususnya pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun, ketidakpatuhan masih menjadi tantangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien PRB di Klinik Blimbing Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 73 pasien PRB dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Variabel independen adalah tingkat pendidikan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Analisis menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (82,2%). Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p = 0,003), sedangkan variabel lain tidak menunjukkan hubungan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan yang memengaruhi perilaku kepatuhan. Oleh karena itu, penguatan edukasi pasien diperlukan untuk mengoptimalkan hasil terapi.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Risiko Gaya Hidup Multipel pada Pasien Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer: Studi Cross-Sectional di Indonesia Ali, Sugandi; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16916

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan perilaku gaya hidup tidak sehat dapat memperburuk luaran penyakit. Identifikasi faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan Risiko gaya hidup multipel penting untuk mendukung pengembangan intervensi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan memanfaatkan data sekunder dari UPT Puskesmas Ome selama periode 2025–2026. Sebanyak 50 pasien tuberkulosis dilibatkan dalam penelitian ini. Risiko gaya hidup multiple didefinisikan sebagai adanya kombinasi perilaku merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik rendah. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25.0 melalui statistik deskriptif, uji Chi-square, dan uji Fisher’s exact. Sebagian besar responden merupakan kelompok dewasa (90,0%), laki-laki (54,0%), bekerja (60,0%), dan termasuk dalam kategori risiko tinggi gaya hidup multipel (66,0%). Jenis kelamin (p < 0,001) dan status pekerjaan (p < 0,001) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan risiko gaya hidup multipel. Pasien laki-laki dan pasien yang bekerja lebih cenderung memiliki perilaku hidup berisiko tinggi. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan dengan risiko gaya hidup multipel. Jenis kelamin dan status pekerjaan merupakan determinan penting Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis. Intervensi berbasis perilaku dan gaya hidup perlu diprioritaskan terutama pada pasien laki-laki dan pasien yang bekerja guna meningkatkan keberhasilan pengelolaan tuberkulosis dan luaran kesehatan pasien.
Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Gaya Hidup dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia Budiman, Cindria; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16917

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi serta gaya hidup. Namun, bukti mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat hipertensi pada lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dan gaya hidup dengan derajat hipertensi pada lansia di pusat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis di Puskesmas Gogagoman pada April 2026. Sebanyak 68 lansia dengan hipertensi dilibatkan dalam penelitian ini. Variabel sosiodemografi meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan status pekerjaan, sedangkan faktor gaya hidup meliputi kebiasaan merokok, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 dengan uji Chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (66,2%), berusia 60–69 tahun (88,2%), dan mengalami hipertensi stadium 1 (77,9%). Kebiasaan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat hipertensi (p<0,001), di mana perokok menunjukkan proporsi hipertensi stadium 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan non-perokok. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, maupun aktivitas fisik (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berhubungan dengan peningkatan derajat hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, penguatan program berhenti merokok, modifikasi gaya hidup, dan pemantauan hipertensi secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan primer sangat penting untuk mengurangi komplikasi hipertensi pada populasi lansia.