p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matemar Jurnal
Nor Fauziah
Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (AMAN JAYA)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Gagalnya Pembakaran Pada Main Burner Auxiliary Boiler yang Menyebabkan Terganggunya Proses Produksi Steam di MT. Nusa Merdeka Hidayat Kurahmadan; Indah Sulita; Nor Fauziah; Aldi Ardiansyah
Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim) Vol. 7 No. 1 (2026): Matemar Juni 2026
Publisher : LPPM Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59225/dw5jpv71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor teknis utama yang menyebabkan kegagalan burner auxiliary steam boiler di MT. Nusa Merdeka;  dan menganalisis dampak yang ditimbulkan akibat kegagalan pembakaran terhadap proses produksi steam dan aktivitas operasional kapal; serta merumuskan rekomendasi perbaikan dan strategi perawatan yang tepat sasaran guna mencegah terulangnya kegagalan pembakaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam dengan 5 (lima) informan yang terdiri dari Chief Engineer, First Engineer, Second Engineer, dan Third Engineer, serta studi dokumentasi yang meliputi engine log book, maintenance record, dan manual book.  Hasil penelitian telah terjadi 12 kali kejadian kegagalan pembakaran pada main burner auxiliary boiler di MT. Nusa Merdeka. Faktor-faktor utama penyebabnya adalah: penyumbatan atomizer/nozzle yang merupakan faktor dominan (33,3% dari total kejadian) akibat penumpukan carbon residue, kualitas bahan bakar yang buruk, serta frekuensi pembersihan yang kurang memadai, gangguan pada flame detection system yang menyebabkan false alarm dan sistem kontrol menutup fuel valve, parameter operasional tidak standar yaitu tekanan bahan bakar dan temperatur bahan bakar yang menyebabkan viskositas bahan bakar meningkat, pengaturan jarak elektroda tidak sesuai yang mengakibatkan percikan api lemah  serta faktor pendukung berupa kualitas bahan bakar buruk, perawatan tidak optimal, dan pengetahuan awak kapal junior yang terbatas.
Analisis Penyebab Menurunnya Produksi Air Tawar Dari Fresh Water Generator di Kapal MV. Dream Angel Nor Fauziah; Indah Sulita; Hidayat Kurahmadan; Muhammad Lucky Amansyah
Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim) Vol. 6 No. 2 (2025): Matemar Desember 2025
Publisher : LPPM Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59225/6v1rzb80

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karena banyak kapal yang kebutuhan air tawarnya masih bergantung pada pasokan dari darat, hal ini karena fresh water generator di atas kapal tidak dapat memproduksi air tawar secara maksimal dikarenakan perawatan dan pengoperasian yang tidak intens serta adanya gangguan dan kerusakan atau kurangnya efisiensi pada pesawat fresh water generator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian inibertujuan untuk dapat mengetahui penyebab, dampak, serta upaya terjadinya penurunan produksi air tawar pada fresh water generator. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Motode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penurunan produksi air tawar pada fresh water generator yaitu kotornya evaporator dan kondensor, kurangnya tingkat kevakuman dan kurangnya perawatan pada fresh water generator. Sedangkan upaya yang dilakukan adalah dengan perawatan dan pemantauan kondisi fresh water generator, hendaknya selalu dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan atau terjadwal. Seperti melakukan perawatan pada pelat evaporator dan kondensor, pipa air laut atau pipa ejector dan melakukan perawatan lainnya pada komponen fresh water generator sesuai dengan buku petunjuk manual fresh water generator. Dengan demikian diharapkan kondisi dapat optimal dan dapat terjaga. Perawatan juga harus selalu disertai kedisiplinan dari kru kapal sehingga perawatan dapat berjalan baik dan benar.