Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PESANTREN AS A LIVING CURRICULUM FOR PANCASILA EDUCATION: VALUE INTERNALIZATION AT DARUL ULUM JOMBANG Muhammad Zaki; Achmad Fanani
ELite Journal : International Journal of Education, Language and Literature Vol. 5 No. 2 (2025): ELite Journal (Volume 5 Number 2, April 2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/elitejournal.v5n2.p51-67

Abstract

This study explores how Pancasila values are internalized through the socio-cultural environment of Darul Ulum Islamic Boarding School (Pesantren), Jombang, Indonesia. While Pancasila Education is commonly associated with formal classroom instruction, pesantren institutions provide a distinctive educational ecosystem in which national values are embedded in religious traditions, daily practices, and communal life. Using a qualitative case study approach, data were collected from September to December 2024 through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis involving teachers, pesantren leaders, and students. The findings reveal that the internalization of Pancasila values at Darul Ulum extends beyond formal curricular activities and operates through the hidden curriculum of pesantren culture. Five major themes emerged: (1) integration of Islamic and Pancasila values, (2) character formation through habituation, (3) communal learning and mutual cooperation, (4) democratic participation and leadership development, and (5) strengthening national identity within religious commitment. The study demonstrates that pesantren culture functions as a living curriculum that facilitates the internalization of Pancasila values through experiential and participatory practices rather than doctrinal instruction alone. The findings contribute to discussions on citizenship education, character education, and the role of Islamic educational institutions in promoting national cohesion. The study suggests that pesantren-based Pancasila education offers an alternative model for cultivating responsible citizens who maintain strong religious and national identities simultaneously.
Peran Pengurus dalam Pembentukan Karakter Disiplin Santriwati di Asrama 10 Hurun Inn Darul Ulum Jombang Divyatuz Shafa Fatikhah; Dhikrul Hakim; Muhammad Zaki
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dywf3467

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam yang dipimpin oleh kyai memiliki pendekatan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga membina dan membentuk karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembinaan karakter disiplin santriwati di Asrama 10 Hurun Inn, mengidentifikasi peran pengurus dalam membina santriwati yang kurang disiplin, dan memberikan wawasan tentang sistem pembinaan yang efektif. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumen tasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan yang efektif meliputi keteladanan, pembiasaan, pendekatan spiritual dan personal, serta pengawasan yang efektif. Pengurus berperan sebagai pemimpin, motivator, penjamin keamanan, edukator, dan pembina. Faktor pendukung pembentukan karakter disiplin meliputi kesadaran diri santriwati, aturan yang jelas, lingkungan positif, dan dukungan dari teman dan pengurus. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah latar belakang santri dan kurangnya kesadaran diri.