Ono Cahyono
Universitas Majalengka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERUBAHAN KONSUMSI INFORMASI GENERASI MILENIAL DARI MEDIA KORAN KE FACEBOOK DI KABUPATEN MAJALENGKA Ono Cahyono; Syamsul Arif Billah; Ajeng Ayu Wulandari
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9671

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi milenial yang mulai beralih dari media koran ke media sosial Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan konsumsi informasi generasi milenial di Kabupaten Majalengka serta faktor-faktor yang memengaruhi peralihan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Majalengka, serta perwakilan generasi milenial sebagai pengguna Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook menjadi media informasi yang lebih diminati karena mampu menyajikan informasi secara cepat, mudah diakses, interaktif, serta menyediakan ruang diskusi dan berbagai konten hiburan dalam satu platform. Di sisi lain, peralihan tersebut berdampak pada perubahan perilaku literasi, di mana generasi milenial cenderung lebih banyak melakukan scrolling dibandingkan membaca secara mendalam. Berdasarkan perspektif Uses and Gratifications, Facebook dipilih karena mampu memenuhi kebutuhan informasi, interaksi sosial, hiburan, dan kemudahan akses pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sumber informasi utama bagi generasi milenial sekaligus memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan literasi digital masyarakat.