Tegu Salim
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, STRUKTUR ASET DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021-2024 Tegu Salim; Muhamad Helmi; Debi Carolina; Ahmad Muhammad Ridho; Ahmad Sazili
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 11 No 1 (2026): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v11i1.287

Abstract

Struktur pendanaan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Dalam praktiknya, perusahaan dapat menggunakan modal internal maupun eksternal. Perbedaan kebijakan utang antar perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepemilikan institusional, struktur aset, dan pertumbuhan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kepemilikan institusional, struktur aset, pertumbuhan perusahaan, dan kebijakan utang pada perusahaan tekstil dan garmen periode 2021–2024, Locus penelitian yaitu perusahaaan Tekstil dan Garmen yang terdaftar di BEI, dengan populasi sebanyak 23 perusahaan dan sampel 8 perusahaan yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Objek penelitian ini, yaitu laporan keuangan dan annual report. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. dengan analisis deskriptif dan analisis verifikatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial kepemilikan Institusional berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, struktur aset berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, kepemilikan institusional, struktur aset, dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap kebijakan hutang dengan nilai koefisien determinasi sebesar 43,3%.