Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Gaya Berpikir terhadap Hasil Belajar Elektronika Digital dan Komputer Siswa Kelas XI SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran Aritonang, Elsida; Hutauruk, Deswidya S
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Periode Februari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v4i01.3644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran dan gaya berpikir terhadap hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran sebanyak 63 orang. Subjek penelitian ini diambil dengan teknik total sampling dan untuk kelompok perlakuan dipilih dengan cara mengundi secara acak yaitu kelompok perlakuan dengan strategi pembelajaran berbasis komputer sebanyak 31 orang dan kelompok perlakuan dengan. Hasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer yang diajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis komputer dan memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak adalah berdistribusi normal dimana LTabel 0,213 > LHitung 0,218 dan data hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis komputer dan memiliki gaya berpikir sekuensial konkret adalah berdistribusi normal dimana LTabel 0,220  > LHitung  0,131 dan data hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer yang diajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis laboratorium dan memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak adalah berdistribusi normal dimana LTabel 0,220  > LHitung 0,119 dan data hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer yang diajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis laboratorium dan memiliki gaya berpikir sekuensial konkret adalah berdistribusi normal dimana LTabel 0,206  > LHitung 0,118 dan kedua varians data adalah homogen karena. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran berbasis komputer dan strategi pembelajaran berbasis laboratorium memberi pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer siswa kelas XI SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran dimana FHitung 6,50 > FTabel 4,00; (2) gaya berpikir sekuensial abstrak dan gaya berpikir sekuensial konkret memberi pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap hasil belajar Elektronika Digital dan Komputer siswa kelas XI SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran dimana FHitung 9,21 > FTabel 4,00; (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan gaya berpikir siswa kelas XI SMK Tekhnologi dan Industri Muhammadiyah-10 Kisaran dimana FHitung 8,43 > FTabel 4,00.
Peran Orang Tua dan Guru dalam Mendukung Kegiatan Pembelajaran Daring di Kelas IV SD Negeri 091622 Perdagangan Aritonang, Elsida; Hutauruk , Deswidya S
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Edisi April 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i01.1546

Abstract

Pandemi Covid-19 yang membuat dampak dari tahun 2020 sampai sekarang membuat banyak sektor yang mengalami transformasi. Sektor pendidikan secara umum mengalami gangguan pada proses pembelajarannya, sehingga peran orang tua dan guru sangat berpengaruh untuk mengakomodasi siswa dalam melakukan pembelajaran. Pendekatan pada pelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang tua dan 1 guru. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi pada penelitian  ini adalah peran orang tua sebagai pembimbing, orang tua sebagai motivator, orang tua sebagai fasilitator, memberikan informasi tambahan, dan orang tua mengatur jadwal mendampingi anak dalam belajar daring, peran guru sebagai fasilitator, peran guru sebagai pendidik, peran guru sebagai pembimbing, peran guru sebagai pengajar dan peran guru sebagai motivator
Gambaran Telur Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides) pada Usia 0-75 Tahun dengan Dugaan Ascariasis Hutauruk, Deswidya S; Nababan, Roserica; Aritonang, Elsida; Tarigan, Sri Wahyuni; Friani, Sri Rahma
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3506

Abstract

Penyakit ascariasis (kecacingan) menjadi salah satu penyakit paling umum dan paling banyak diderita masyaraat beriklim tropis ataupun sub-tropis dan penyakit ini dapat menyerang semua usia. Kasus penyakit ini banyak ditemukan pada anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar dan tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada orang dewasa hingga lansia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif metode pengumpulan data eksperimen semu untuk memperoleh gambaran Ascaris lumbricoides pada pasien usia 0-75 tahun dengan dugaan Ascariasis yang terinfeksi Ascaris lumbricoides di rumah sakit Efarina Pematangsiantar. Untuk mendeteksi keberadaan Ascaris lumbricoides pada tinja usia balita sampai lansia digunakan untuk memeriksa telur cacing Ascaris lumbricoides adalah metode KATO-KATZ. Dari hasil 65 sampel feses pemeriksaan keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides dilaboratorium dengan dugaan ascariasis ditemukan 32 sampel (49,23%) ditemukan positif keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides dan 33 sampel (50,77%) negatif tidak ditemukan keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides. Pada pasien laki-laki sebanyak 36 responden (55,38%) dimana 17 responden positif ditemukan telur cacing (53,12%) dan 19 responden negatif (57,58%). Pada pasien perempuan sebanyak 29 responden (44,62%) dimana 15 responden positif ditemukan telur cacing (46,88%) dan 14 responden negatif (42,42%). Dari 65 pasien uisa 0-75 tahun dengan dugaan Ascariasis terdapat 32 pasien positif ditemukan keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides dan 33 pasien negatif ditemukan keberadaan telur cacing Ascaris lumbricoides. Berdasarkan jenis kelamin, pada pasien usia 0-75 tahun dengan dugaan Ascariasis terinfeksi Ascaris lumbricoides yaitu lebih banyak dialami oleh laki-laki yaitu 36 orang (55,38%).