Abd. Rahman Ds
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Bahasa Indonesia IPTEK Siswa MAK Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember Tahun Pelajaran 2003-2004: Needs Analysis of Indonesian Language for Science and Technology (IPTEK) Among Religious Senior High School (MAK) Students at Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember in the 2003/2004 Academic Year Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 3 No 1 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v3i1.340

Abstract

Indonesian language instruction for science and technology remains teacher-centered, neglecting students' characteristics, interests, and needs. This study aims to describe the needs of Indonesian for Science and Technology among MAK students at MAN I Jember during the 2003-2004 academic year. Using a quantitative descriptive survey design, this research employed questionnaires as the main instrument, with a population of 88 students from grades I, II, and III. The findings reveal that all students need Indonesian for Science and Technology, with 71.25% stating it is very necessary. The most needed language skill is listening (51.25%), followed by speaking (22.50%). The preferred teaching method is a combination of lectures, discussions, assignments, and question-and-answer sessions (53.75%). The main learning constraints are inadequate resources and facilities (36.25%) and an imbalance between time allocation and materials (35%). Students prefer instruction twice a week, 90 minutes per session, scheduled at the beginning of school hours. This study recommends improving teacher competence in training listening, speaking, and writing skills, as well as providing adequate learning facilities. Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masih cenderung berpusat pada guru sehingga kurang memperhatikan karakteristik, minat, dan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebutuhan bahasa Indonesia IPTEK siswa MAK MAN I Jember tahun ajaran 2003-2004. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain survei ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama, dengan populasi 88 siswa kelas I, II, dan III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa membutuhkan bahasa Indonesia IPTEK, dengan 71,25% menyatakan sangat perlu. Aspek keterampilan yang paling dibutuhkan adalah menyimak (51,25%), diikuti berbicara (22,50%). Metode pembelajaran yang paling disukai adalah gabungan ceramah, diskusi, penugasan, dan tanya jawab (53,75%). Kendala utama pembelajaran adalah kurangnya sumber dan fasilitas (36,25%) serta ketidakseimbangan alokasi waktu dengan materi (35%). Siswa menginginkan pembelajaran dua kali pertemuan per minggu masing-masing 90 menit pada jam awal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi guru dalam melatih keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Transformasi Nilai-Nilai Moral Islami dalam Novel Royan Revolusi dan Ladang Perminus Karya Ramadhan K.H.: The Transformation of Islamic Moral Values in the Novels Royan Revolusi and Ladang Perminus by Ramadhan K.H. Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i1.361

Abstract

Rapid cultural contact through modern media has raised concerns about the erosion of Islamic moral values in some communities. Novels can serve as an effective medium to counter this decline, particularly those rich in moral messages. This study aims to examine the portrayal of Islamic moral values in Ramadhan K.H.'s novels Royan Revolusi and Ladang Perminus. Using a qualitative, morally oriented approach, the research analyzes character behavior, dialogue, and narrative events to extract moral values. The findings reveal several core Islamic moral values: trustworthiness (amanah), gratitude (syukur), patience (sabar), consistency (istiqomah), and piety (tawakal). Additionally, the novels demonstrate shifts in character naming, themes, and worldviews compared with earlier works. The study concludes that these novels prioritize art for society (l'art pour l'homme) over art for art's sake (l'art pour l'art), and recommends that literary works with strong moral content be used more extensively as tools for Islamic moral education and cultural resilience. Kontak budaya yang cepat melalui media modern menimbulkan kekhawatiran akan memudarnya kepedulian terhadap nilai-nilai moral Islami di sebagian masyarakat. Novel dapat menjadi media efektif untuk mengantisipasi hal tersebut, terutama novel yang kaya akan pesan moral. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi nilai-nilai moral Islami dalam novel Royan Revolusi dan Ladang Perminus karya Ramadhan K.H. Dengan pendekatan kualitatif dan perspektif moral, penelitian ini menganalisis perilaku tokoh, dialog, dan peristiwa naratif untuk mengekstrak nilai-nilai moral. Temuan menunjukkan beberapa nilai moral Islami inti: amanah, syukur, sabar, istiqomah, dan tawakal. Selain itu, novel-novel ini menunjukkan transformasi dalam penamaan tokoh, tema, dan pandangan dunia dibandingkan karya sebelumnya. Penelitian menyimpulkan bahwa novel-novel ini mengutamakan seni untuk masyarakat (l'art pour l'homme) dibanding seni untuk seni (l'art pour l'art), serta merekomendasikan agar karya sastra bermuatan moral dimanfaatkan lebih luas sebagai alat pendidikan moral Islami dan ketahanan budaya.
Alih Kode dalam Komunikasi Lisan Peserta Workshop Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR) Dosen PTAI se-Karesidenan Besuki, 26–28 Mei 2005: Code-Switching in the Oral Communication of Participants in the Community Service Workshop Based on Participatory Action Research (PAR) for Islamic Higher Education Lecturers in the Besuki Residency, May 26–28, 2005 Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i2.377

Abstract

Code-switching in multilingual academic settings remains underexplored, particularly in community service training within Indonesia’s higher education. This study examines the forms and triggers of code-switching in oral communication among bilingual/multilingual lecturers during a Participatory Action Research (PAR) workshop in Jember (May 26–28, 2005). Using descriptive qualitative methods—observation and interviews—the data were analyzed through discourse analysis. Findings reveal eight code-switching forms, predominantly Indonesian-to-Javanese, followed by Madurese, Bugis, English, and Arabic. These shifts are driven by social solidarity, respect, social class, topic choice, cultural distance, regional dialect, and intimacy. The study concludes that code-switching functions as a strategic tool for politeness and solidarity. Recommendations include fostering more inclusive, Indonesian-based academic interactions to enhance campus harmony. Fenomena alih kode dalam komunikasi lisan di lingkungan akademik multibahasa masih jarang diteliti, khususnya pada pelatihan pengabdian masyarakat perguruan tinggi agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan faktor penyebab alih kode dalam komunikasi lisan dosen bilingual/multilingual pada workshop Participatory Action Research (PAR) di Jember (26–28 Mei 2005). Melalui metode deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara, data dianalisis menggunakan pendekatan analisis wacana. Hasil penelitian menemukan delapan bentuk alih kode, dengan alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa sebagai yang paling dominan, diikuti Madura, Bugis, Inggris, dan Arab. Faktor penyebabnya meliputi solidaritas sosial, rasa hormat, kelas sosial, pilihan topik, jarak budaya, dialek regional, dan keakraban. Kesimpulannya, alih kode berfungsi sebagai strategi kesantunan dan solidaritas. Rekomendasi penelitian ini mendorong terciptanya interaksi akademik berbasis bahasa Indonesia yang santun demi keharmonisan kampus.
Penerapan Maksim Tutur dan Prinsip Sopan Santun dalam Komunikasi Verbal di STAIN Jember: The Application of Conversational Maxims and Politeness Principles in Verbal Communication at the State Islamic College (STAIN) Jember Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.382

Abstract

A critical issue in academic verbal communication is balancing effective information transfer with respect for interlocutors. This study aims to describe how Grice's conversational maxims and Leech's politeness principles are applied in interactions among lecturers, students, and leaders at STAIN Jember. This qualitative research employed observation and recording of utterances, which were analyzed using an interactive model. The findings reveal that speech acts of conveying information use eight patterns, such as comment and comment-question patterns, and generally fulfill the cooperative principle. However, violations of the quality, quantity, and manner maxims were found in several patterns, including unsubstantiated comments and wordy utterances. Politeness principle violations mainly occurred in the sympathy and modesty maxims. In conclusion, the implementation of conversational maxims and politeness at STAIN Jember is adequate but requires improvement in informational accuracy and respect, especially in exam and hierarchical contexts. Integrating pragmatics into Indonesian language courses is recommended. Fenomena krusial dalam komunikasi verbal di lingkungan akademik adalah perlunya keseimbangan antara penyampaian informasi yang efektif dan penghormatan terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan maksim percakapan (Grice) dan prinsip kesopanan (Leech) dalam interaksi dosen-mahasiswa, dosen-dosen, serta dosen-pimpinan di STAIN Jember. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi dan pencatatan tuturan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menyampaikan informasi menggunakan delapan pola, seperti pola komentar dan komentar-pertanyaan, yang secara umum memenuhi prinsip kerja sama. Namun ditemukan pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan tata cara pada beberapa pola, seperti komentar yang tidak berbukti dan ujaran bertele-tele. Pelanggaran prinsip kesopanan terutama terjadi pada maksim simpati dan kerendahan hati. Kesimpulannya, penerapan maksim tutur dan kesopanan di STAIN Jember sudah cukup baik namun masih perlu perbaikan pada aspek ketepatan informasi dan rasa hormat, terutama dalam situasi ujian dan interaksi hirarkis. Disarankan integrasi materi pragmatik dalam mata kuliah bahasa Indonesia.
Pembentukan Akhlak Karimah melalui Pengajaran Sastra Indonesia dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi: Fostering Noble Character through the Teaching of Indonesian Literature Using a Competency-Based Curriculum Approach Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.400

Abstract

The prevalence of immoral behavior, violence, drug abuse, and promiscuity among Indonesian students is a critical issue that signals the failure of value education in schools. National education aims to develop students with noble character, yet the implementation of literature teaching as a vehicle for moral formation faces serious obstacles. This study aims to describe strategies for Indonesian Literature teaching in shaping akhlak karimah and to identify implementation constraints at Madrasah Aliyah Baitul Arqom Balung-Jember in the 2006/2007 academic year. Using a qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis of syllabi, teaching materials, and evaluation systems. The main findings indicate that teachers had not independently developed syllabi, evaluation materials focused excessively on cognitive rather than affective and psychomotor aspects, and learning tended to be verbalistic-theoretical rather than appreciative. The study concludes that shaping akhlak karimah through Indonesian Literature teaching proved less strategic and less effective. It is recommended that teachers develop flexible syllabi, appreciative teaching materials, and holistic evaluations, and that schools provide complete literary works rather than synopses. Maraknya perilaku amoral, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas di kalangan pelajar Indonesia menjadi isu krusial yang mengindikasikan kegagalan pendidikan nilai di sekolah. Pendidikan nasional bertujuan membentuk peserta didik berakhlak mulia, namun implementasi pengajaran sastra sebagai wahana pembinaan moral masih menghadapi kendala serius. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran Sastra Indonesia dalam pembentukan akhlak karimah serta mengidentifikasi kendala implementasinya di Madrasah Aliyah Baitul Arqom Balung-Jember Tahun Pelajaran 2006/2007. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen silabus, bahan ajar, serta sistem evaluasi. Temuan utama menunjukkan bahwa guru belum menyusun silabus secara mandiri, materi evaluasi terlalu mengacu pada aspek kognitif dan bukan afektif serta psikomotorik, serta pembelajaran cenderung bersifat verbalistis-teoritis dan bukan apresiatif. Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan akhlak karimah melalui pengajaran Sastra Indonesia menjadi kurang strategis dan kurang efektif. Direkomendasikan agar guru menyusun silabus yang fleksibel, mengembangkan bahan ajar yang apresiatif, mengevaluasi secara holistik, serta sekolah menyediakan koleksi karya sastra utuh dan bukan sinopsis.
Penerapan Maksim Tutur dan Prinsip Sopan Santun dalam Komunikasi Terapeutik di RSU Kaliwates PTPN XII (Persero) Jember: The Application of Speech Maxims and Politeness Principles in Therapeutic Communication at Kaliwates General Hospital, PTPN XII (Persero), Jember Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v8i2.454

Abstract

The critical phenomenon underlying this research is the essential need for effective therapeutic communication between nurses and patients, where misunderstanding can lead to fatal consequences in patient care. This study is grounded in Grice's Cooperative Principle and Leech's Politeness Principle, focusing on how speech maxims operate in clinical settings. The research aims to describe the application of conversational maxims and politeness principles in therapeutic communication at Kaliwates General Hospital, particularly in acts of giving information, requesting information, and giving commands. A qualitative descriptive design was employed, with data collected through observation, recording, and field notes of natural nurse-patient interactions in pediatric, surgical, and internal medicine wards. The findings revealed six patterns for giving information, four for requesting information, and seven for commanding, with most utterances adhering to the maxims of quality, quantity, relation, and manner, though occasional violations occurred due to politeness considerations. The study concludes that nurses generally apply cooperative and politeness principles effectively, yet some direct commands still lack sensitivity, recommending enhanced communication training focused on balancing informativeness with cultural politeness. Fenomena krusial yang mendasari penelitian ini adalah kebutuhan mendesak akan komunikasi terapeutik yang efektif antara perawat dan pasien, di mana kesalahpahaman dapat berakibat fatal pada perawatan pasien. Penelitian ini berlandaskan pada Prinsip Kerja Sama Grice dan Prinsip Sopan Santun Leech, dengan fokus pada pengoperasian maksim tutur di lingkungan klinis. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penerapan maksim tutur dan prinsip sopan santun dalam komunikasi terapeutik di RSU Kaliwates, khususnya pada tindak tutur menyampaikan informasi, meminta informasi, dan memerintah. Rancangan deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan catatan lapangan dari interaksi alami perawat-pasien di ruang rawat inap anak, bedah, dan interne. Temuan menunjukkan enam pola untuk menyampaikan informasi, empat pola untuk meminta informasi, dan tujuh pola untuk memerintah, dengan sebagian besar tuturan mematuhi maksim kualitas, kuantitas, hubungan, dan cara, meskipun pelanggaran sesekali terjadi karena pertimbangan kesantunan. Penelitian menyimpulkan bahwa perawat umumnya menerapkan prinsip kerja sama dan kesantunan secara efektif, namun beberapa perintah langsung masih kurang sensitif, dengan rekomendasi peningkatan pelatihan komunikasi yang menyeimbangkan informativitas dan kesantunan budaya.
Transformasi Nilai-Nilai Moral Islami dalam Novel Karya Ramadhan K.H. sebagai Dakwah Kultural: The Transformation of Islamic Moral Values in Ramadhan K.H.'s Novels as Cultural Preaching Abd. Rahman Ds
Fenomena Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v9i2.471

Abstract

Within the latest information media, the process of cultural contact occurs rapidly. While it has positive effects, it also brings negative impacts, including the fading of societal concern for Islamic moral values. To mitigate these negative effects, cultural preaching through the reading of Islamic novels titled The Transformation of Islamic Moral Values in Ramadhan K.H.'s Novels as Cultural Preaching is necessary. This research employs a moral approach, using descriptive-interpretative analysis techniques, and finds that Ramadhan K.H.'s novels are rich in Islamic moral values such as gratitude, patience, trustworthiness, consistency, and resignation to God's will. Dalam media informasi mutakhir, proses kontak budaya berjalan dengan cepat. Selain memberikan dampak positif, hal ini juga menimbulkan dampak negatif, termasuk memudarnya kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai moral Islami. Untuk menghindari dampak negatif tersebut, diperlukan dakwah kultural melalui pembacaan novel Islami berjudul Transformasi Nilai-Nilai Moral Islami dalam Novel Karya Ramadhan K.H. sebagai Dakwah Kultural. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan moral, menggunakan teknik analisis deskriptif-interpretatif, dan menemukan bahwa novel Ramadhan K.H. sarat dengan nilai-nilai moral Islami seperti syukur, sabar, amanah, istiqomah, dan tawakal.