p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cendekia Ilmiah
Ni Luh Widani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Terapi Nebulizer dan Latihan Batuk Efektif terhadap Peningkatan Kemampuan Batuk dan Frekuensi Nafas pada Pasien dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Unit IGD RSUD X Jakarta Panca Sinar Prapenta Hia; Ni Luh Widani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15414

Abstract

Pasien dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sering mengalami bersihan jalan napas tidak efektif akibat peningkatan produksi sekret, inflamasi saluran napas, serta menurunnya kemampuan batuk, yang pada kondisi akut dapat memperburuk status respirasi, terutama di unit gawat darurat. Intervensi yang mampu mengoptimalkan patensi jalan napas menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien laki-laki dengan diagnosis PPOK dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di salah satu rumah sakit umum daerah di Jakarta. Intervensi diberikan secara bertahap melalui terapi nebulizer yang diikuti latihan batuk efektif, dengan evaluasi klinis dilakukan sebelum dan sesudah tindakan selama periode observasi. Parameter evaluasi meliputi frekuensi napas, denyut nadi, saturasi oksigen, kemampuan batuk, karakteristik sputum, dan suara napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas dan denyut nadi, peningkatan saturasi oksigen, meningkatnya efektivitas batuk, kemudahan pengeluaran sputum, serta berkurangnya suara napas tambahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif berpotensi menjadi intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas dan stabilitas respirasi pasien PPOK pada setting kegawatdaruratan.
Efektivitas Penerapan Latihan Relaksasi Napas Dalam pada Pasien dengan Gangguan Pola Napas di IGD RSUD Estifania Anggrening Gulo; Ni Luh Widani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15415

Abstract

Gangguan pola napas merupakan salah satu masalah klinis yang paling sering dijumpai di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan dapat menurunkan status fisiologis maupun kualitas hidup pasien secara signifikan. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi komplikasi serius, seperti hipoksemia, kelelahan pernapasan, hingga disfungsi organ. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang efektif, aman, dan mudah diterapkan, salah satunya melalui teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien dengan gangguan pola napas di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien dengan karakteristik klinis yang berbeda. Evaluasi dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah intervensi dengan parameter frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, serta respons subjektif terhadap sesak napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya keluhan sesak napas setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam memberikan respons fisiologis yang positif dalam meningkatkan efektivitas ventilasi dan stabilitas respirasi pasien. Dengan demikian, intervensi ini berpotensi menjadi praktik keperawatan berbasis bukti yang dapat diimplementasikan secara rutin pada setting kegawatdaruratan.
Efektivitas Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) terhadap Penurunan Sesak Napas pada Pasien Efusi Pleura di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS X Jakarta Agnestian Daeli; Ni Luh Widani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15421

Abstract

Pleural Effusion merupakan kondisi patologis akibat akumulasi cairan pada rongga pleura yang dapat menghambat ekspansi paru dan menimbulkan gangguan pola napas, terutama berupa sesak napas dan penurunan efektivitas ventilasi. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi hipoksemia dan ketidakstabilan respirasi, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk intervensi keperawatan nonfarmakologis. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah Active Cycle of Breathing Technique (Active Cycle of Breathing Technique atau ACBT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan ACBT dalam menurunkan sesak napas pada pasien efusi pleura di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien efusi pleura dengan karakteristik klinis dan riwayat komorbid yang berbeda. Intervensi diberikan melalui tahapan breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique selama periode observasi klinis. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan parameter frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, dan respons klinis pasien terhadap sesak napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya keluhan sesak napas setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa ACBT berpotensi menjadi intervensi keperawatan berbasis bukti yang efektif dalam meningkatkan efektivitas ventilasi dan stabilitas respirasi pada pasien efusi pleura di setting kegawatdaruratan.