Muhammad Eko Apriliyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Rani Setiawaty; Devita Rahmatul Anisa; Muhammad Eko Apriliyanto; Fadiatus Sabila; Khusnul Tifalia
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v10i1.648

Abstract

Abstract : This article examines the multiliteracy learning model in Indonesian language learning from ontological, epistemological, and axiological perspectives. The purpose of this study is to understand the nature, methods, values, and benefits of the multiliteracy model in improving students' literacy competencies in elementary schools. The study was conducted using a Systematic Literature Review (SLR) approach on 21 national journals collected from Google Scholar and the Publish or Perish (POP) application published between 2015 and 2025 with the keyword “multiliteracies learning.” Data analysis was conducted in depth to draw conclusions. Based on the analysis results, it was concluded that, ontologically, the multiliteracy model is understood as a holistic approach emphasizing mastery of various literacies (digital, visual, information, media, and critical) as well as critical thinking, collaborative, and communicative skills. From an epistemological perspective, this model emphasizes active learning stages that include pre-activity, core activity, and post-activity, with various strategies centered on exploration and problem-solving. Axiologically, multiliteracy learning has been proven to improve students' reading and writing skills, as well as encourage activity, creativity, and contextual understanding of teaching materials. Thus, this model is relevant for shaping students who are adaptive, critical thinkers, and have broad literacy competencies in the 21st century. Abstrak :Artikel ini mengkaji model pembelajaran multiliterasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tujuan kajian ini adalah memahami hakikat, metode, serta nilai dan manfaat model multiliterasi dalam meningkatkan kompetensi literasi siswa di sekolah dasar. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 21 jurnal nasional yang dikumpulkan dari Google Scholar dan aplikasi Publish or Perish (POP) terbitan 2015–2025 dengan kata kunci Pembelajaran multiliterasi.Analisis data dilakukan secara mendalam untuk ditarik simpulan. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa, Secara ontologis, model multiliterasi dipahami sebagai pendekatan holistik yang menekankan penguasaan berbagai literasi (digital, visual, informasi, media, dan kritis) serta kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif. Dari sisi epistemologi, model ini menekankan tahapan belajar aktif yang mencakup praaktivitas, aktivitas inti, dan pascaaktivitas, dengan berbagai strategi yang berpusat pada eksplorasi dan pemecahan masalah. Secara aksiologis, pembelajaran multiliterasi terbukti meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, serta mendorong keaktifan, kreativitas, dan pemaknaan kontekstual terhadap materi ajar. Dengan demikian, model ini relevan untuk membentuk siswa yang adaptif, bernalar kritis, dan memiliki kompetensi literasi yang luas di era abad ke-21.
MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA PADERA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS KELAS IV SD 1 KAJEKSAN Shafa Annawa Zahra Salsabila; Amrina Kholilina Rosada; Muhammad Eko Apriliyanto; Fitriyah Amaliyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 10.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang dibantu media PADERA (Papan Desimal Menara) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas empat pada operasi bilangan desimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas empat SD 1 Kajeksan, dengan sampel sebanyak 22 siswa yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes esai yang terdiri dari 10 item yang dipetakan ke indikator pemecahan masalah Polya (memahami masalah, merancang rencana, melaksanakan rencana, dan meninjau kembali). Analisis data dilakukan menggunakan Uji T Sampel Berpasangan dan analisis N-Gain melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum dan sesudah perlakuan (t = -10,661, Sig. = 0,000 < 0,05), sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima. Skor rata-rata meningkat sebesar 12,9%, naik dari 63,1 pada pretest menjadi 76 pada posttest. Selanjutnya, analisis N-Gain menghasilkan skor rata-rata 0,3623, yang termasuk dalam kategori "sedang". Analisis indikator mengungkapkan bahwa "pemahaman masalah" mengalami peningkatan tertinggi, sedangkan "pelaksanaan rencana" menunjukkan peningkatan terendah. Kesimpulannya, implementasi model Pembelajaran Berbasis Masalah yang dibantu media PADERA efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar pada materi bilangan desimal.