Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lama Pengolahan dengan Air Fryer terhadap Mutu Organoleptik, Kadar Protein dan Kapasitas Antioksidan pada Tempe Bacem Ni Putu Putri Kusuma Dewi; Badrut Tamam; I Komang Agusjaya Mataram
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.896

Abstract

Tempe merupakan pangan tradisional Indonesia yang kaya protein dan senyawa antioksidan. Tempe dapat diolah menjadi tempe bacem dengan cita rasa khas yang dipengaruhi oleh proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengolahan dengan air fryer terhadap mutu organoleptik, kadar protein, dan kapasitas antioksidan pada tempe bacem. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan waktu pengolahan, yaitu 12 menit (P1), 15 menit (P2), 18 menit (P3), 21 menit (P4), dan 24 menit (P5) pada suhu 180°C dengan tiga kali ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih meliputi uji hedonik terhadap warna, rasa, aroma, tekstur, dan penerimaan keseluruhan serta uji mutu hedonik terhadap warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengolahan memberikan pengaruh nyata terhadap mutu organoleptik dan kadar protein, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas antioksidan. Kadar protein tempe bacem berkisar antara 13,9101%bb hingga 19,8944%bb, sedangkan kapasitas antioksidan berkisar antara 836,50 mg GAE/L hingga 879,80 mg GAE/L. Perlakuan terbaik diperoleh pada P5 berdasarkan tingkat penerimaan panelis dan hasil analisis objektif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama pengolahan menggunakan air fryer berpengaruh terhadap mutu organoleptik dan kadar protein, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas antioksidan tempe bacem. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengolahan tempe bacem menggunakan air fryer selama 24 menit pada suhu 180°C dapat dijadikan alternatif pengolahan untuk menghasilkan produk dengan tingkat penerimaan yang baik serta mempertahankan kandungan protein dan kapasitas antioksidan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan bagi masyarakat maupun pengembangan produk pangan berbasis tempe.
Perbedaan Karakteristik Cookies Berdasarkan Substitusi Terigu dengan Komposit Tepung Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) dan Pisang Tanduk (Musa Paradisiaca) Made Sathya Jayanti; Badrut Tamam; Anak Agung Nanak Antarini
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.1017

Abstract

Cookies termasuk jenis makanan panggang yang banyak diminati masyarakat luas berkat rasanya yang enak, kerenyahan teksturnya, dan masa simpan yang cukup panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi karakteristik cookies hasil substitusi tepung terigu menggunakan campuran tepung komposit berbahan sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) dan pisang tanduk (Musa Paradisiaca). Menggunakan metode eksperimental berdesain Rancangan Acak Kelompok (RAK), penelitian ini melibatkan lima taraf perlakuan rasio terigu dan tepung komposit yakni P1 (40%:60%), P2 (30%:70%), P3 (20%:80%), P4 (10%:90%), hingga P5 (0%:100%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter pengamatan mencakup uji hedonik, mutu hedonik, kadar protein, kadar air, serta kadar serat kasar. Hasil analisis membuktikan bahwa penggunaan tepung komposit berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia dan sensorik produk. Formula P2 dengan proporsi 30% terigu dan 70% tepung komposit terpilih sebagai perlakuan paling optimal, sebab mampu menghasilkan cookies berkualitas dengan kandungan protein 5,07%, kadar air 3,52%, serat kasar 19,33%, serta memperoleh respon penerimaan panelis yang sangat baik.