Ni Made Yuni Gumala
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro dan Serat Serta Status Gizi dengan Hipertensi di Puskesmas Kediri III Kabupaten Tabanan Ni Kadek Herliana Putri Wahyudana; Gusti Ayu Dewi Kusumayanti; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i1.898

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah asupan zat gizi mikro, asupan serat, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro, asupan serat, serta status gizi dengan hipertensi di Puskesmas Kediri III Kabupaten Tabanan. Rancangan penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 sampel yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data asupan zat gizi mikro dan serat dikumpulkan menggunakan metode food recall 2x24 jam, status gizi diukur menggunakan RLPP, serta tekanan darah diukur untuk menentukan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium (p = 0,001), kalsium (p = 0,003), kalium (p = 0,009), dan magnesium (p = 0,030) dengan hipertensi, sedangkan asupan serat (p = 0,754) dan status gizi berdasarkan RLPP (p = 0,384) tidak berhubungan dengan hipertensi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan asupan zat gizi mikro melalui penerapan pola makan sehat seperti diet DASH dapat menjadi salah satu strategi nonfarmakologis dalam membantu pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Disarankan kepada masyarakat untuk mengontrol asupan natrium dan meningkatkan konsumsi makanan sumber mineral guna membantu menjaga tekanan darah tetap normal serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Perbedaan Kejadian Overweight Berdasarkan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Screen Time pada Remaja di SMP Negeri 1 Tabanan Kadek Ayu Reina Sundari Maha Dewi; Ni Nengah Ariati; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.947

Abstract

Masalah gizi pada remaja, seperti overweight, sering terjadi akibat perilaku makan yang salah, terutama konsumsi jajanan berlebih dan kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan dan aktivitas screen time pada remaja di SMP Negeri 1 Tabanan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 51 orang dengan kriteria inklusi usia 13 – 15 tahun. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara dengan metode SQ-FFQ untuk menilai pola konsumsi jajanan, serta kuesioner QueST untuk mengukur aktivitas screen time. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 56,9% sampel mengalami overweight dan 43,1% tidak overweight. Sebagian besar sampel memiliki jumlah konsumsi energi jajanan kategori lebih (43,1%), frekuensi konsumsi jajanan kategori sering (62,7%), dan jenis jajanan kategori banyak (60,8%). Aktivitas screen time sebagian besar pada kategori tinggi (90,2%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan (p-value < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian overweight bedasarkan aktivitas screen time (p-value = 0,423). Pola konsumsi jajanan yang tinggi serta aktivitas screen time berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko overweight. Remaja diharapkan dapat mengontrol konsumsi jajanan dan screen time di sekolah ataupun di rumah. Perlunya edukasi gizi di sekolah untuk mendorong pemilihan jajanan yang sehat dan pengendalian durasi screen time sebagai upaya pencegahan overweight pada remaja
Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Edukasi Kanker Menggunakan Media Video di SMA Negeri 4 Singaraja Ni Putu Tiara Handayani; Ni Made Yuni Gumala; I Made Suarjana
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.969

Abstract

Kanker ialah penyakit tidak menular yang berperan sebagai salah satu faktor kematian kedua di dunia serta dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk pola makan tidak sehat. Dalam konteks pencegahan kanker, edukasi penting dilakukan untuk menanamkan kebiasaan konsumsi yang sehat sejak dini. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan faktor risiko kanker. Riset ini mempunyai tujuan guna menyelidiki perbedaan pengetahuan dan sikap remaja putri sebelum serta selepas diberikan edukasi kanker memakai media video. Jenis riset ini yaitu pre-experimental melalui desain one group pretest-posttest. Sampel riset sejumlah 69 remaja putri di SMA Negeri 4 Singaraja yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data pengetahuan serta sikap didapatkan menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan analisis memakai uji Wilcoxon. Hasil riset memperlihatkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 74,84 menjadi 90,03 dengan nilai p = 0,000. Rerata skor sikap remaja putri mengalami peningkatan dari 79,84 menjadi 90,78 dengan nilai p = 0,000. Penelitian memperlihatkan ditemukan perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap sebelum serta selepas edukasi. Media video mampu dipakai selaku alternatif media edukasi kesehatan di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan kanker sejak dini. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode edukasi secara langsung atau tatap muka agar proses penyampaian materi dan interaksi dapat dilakukan secara lebih optimal.
Implementasi Model Ginalatrik Terhadap Nafsu Makan dan Tingkat Konsumsi pada Balita di Desa Batubulan Kangin Putu Karina Sinta Wijaya; I Wayan Juniarsana; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.991

Abstract

Masalah gizi pada balita seperti stunting, gizi kurang, dan berat badan tidak naik dua kali berturut-turut (2T) masih menjadi perhatian karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Rendahnya nafsu makan menyebabkan tingkat konsumsi zat gizi balita menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita di Desa Batubulan Kangin. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest dan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 balita. Intervensi berupa edukasi gizi, pijat Tuina, dan latihan psikomotorik dilakukan selama satu bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner nafsu makan dan food recall 1x24 jam, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan balita setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -3,633 dan nilai p=0,001 (p<0,005) yang berarti terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan balita. Tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat juga mengalami peningkatan dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,005) sehingga terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap tingkat konsumsi balita. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Model Ginalatrik berpengaruh terhadap peningkatan nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam upaya perbaikan status gizi balita.