Tiorivaldi Tiorivaldi
Institut Teknologi Sumatera

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Comprehensive Framework for Drainage, Dewatering and Treatment Technologies in Acid Mine Drainage Control Jarwinda Jarwinda; Andrew Andrew; Tiorivaldi Tiorivaldi; M. Khalid Al Hijri; Rully Ernando; Hafid Zul Hakim; Alfath Zain; Leta Lestari; Divia Lestari; Ellyas Alga Nainggolan; Dedy Anwar; Dodi Devitriano; Hutwan Syarifuddin; Anis Tatik Maryani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Article in Press 2026 (For Upcoming Issue)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v0i0.%p

Abstract

Acid mine drainage (AMD) represents a long-term environmental challenge originating from the oxidation of sulfide minerals and mobilization of dissolved metals into surrounding water systems. This study developed a comprehensive framework for AMD control that integrates drainage prevention strategies, hydraulic engineering, active and passive treatment technologies, monitoring systems, and sustainability principles into a unified approach. The framework synthesizes advances in geochemical mine planning, diversion and dewatering systems, hybrid chemical–biological treatment processes, and emerging technologies, including microbial electrochemical systems, selective metal recovery, and digital twins. A life cycle assessment was applied to evaluate environmental and economic trade-offs, emphasizing the potential for circular economy strategies that convert AMD byproducts into valuable resources. This review highlights the importance of adaptive management supported by real-time monitoring, stakeholder involvement, and robust regulatory structures. By connecting technological innovation with policy and ecological restoration objectives, the proposed framework supports resilient AMD control over the entire mine lifecycle and contributes to sustainable post-closure water management.
ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG EMAS DENGAN KATEGORI MATERIAL LAPISAN PENUTUP YANG LEMAH Alio Jasipto; Simon Heru Prassetyo; Divia Lestari; Tiorivaldi Tiorivaldi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.10605

Abstract

Material lapisan penutup yang lemah merupakan tantangan utama dalam perancangan lereng tambang terbuka karena memiliki kuat geser yang relatif rendah dan kerentanan yang tinggi terhadap ketidakstabilan. Tambang emas yang menjadi lokasi penelitian, lapisan penutup didominasi oleh batuan mudstone sehingga analisis kestabilan lereng menjadi aspek yang sangat penting dalam perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng pit dan lereng timbunan yang memenuhi kriteria pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018. Parameter geoteknik yang representatif diperoleh melalui pengujian laboratorium, meliputi nilai kuat tekan uniaksial hingga diperolah kekuatan massa batuan, hal ini untuk menggambarkan perilaku mekanik batuan lemah secara akurat. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan pemodelan perangkat lunak dengan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb pada kondisi pembebanan statis maupun pseudo-statis akibat gempa. Selain itu, analisis juga mempertimbangkan kondisi hidrogeologi yang paling kritis, yaitu muka air tanah tertinggi dan kondisi lereng jenuh air, sehingga menghasilkan evaluasi kestabilan yang bersifat konservatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa geometri lereng pit yang optimum memiliki tinggi lereng keseluruhan sebesar 62–68 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 31–32°, sedangkan geometri lereng timbunan yang direkomendasikan memiliki tinggi maksimum 15 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 30°. Kedua konfigurasi lereng tersebut memenuhi nilai faktor keamanan minimum dan probabilitas longsor yang dipersyaratkan dalam peraturan untuk kondisi pembebanan statis maupun dinamis. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk desain lereng tambang pada formasi mudstone yang lemah serta menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaruh muka air tanah dan beban gempa dalam evaluasi kestabilan lereng guna menjamin keselamatan operasi penambangan.