Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampugalian dan Kemampugaruan Material Pit B Tambang Emas Kabupaten Aceh Tengah Alio jasipto; Simon Heru Prassetyo; Muhammad Zaini Arief; Damar Kusumanto; Ali Rahman; Nursetyo C
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 1 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberaian massa batuan untuk keperluan penambangan dapat dilakukan dengan metode penggalian mekanis maupun peledakan. Untuk menentukan metode yang paling sesuai, analisis kemampugalian dan kemampugaruan dapat dilakukan terhadap material yang akan diberaikan tersebut. Studi ini menggunakan kriteria Franklin (1971) dan kriteria Pettifer dan Fookes (1994) untuk menentukan metode pemberaian massa batuan pit B pada sebuah tambang emas yang berada di Kabupaten Aceh Tengah. Kedua kriteria ini membutuhkan nilai Point Load Index (PLI) dan fracture spacing dari massa batuan yang dianalisis. Berdasarkan hasil analisis kemampugalian dan kemampugaruan dengan menggunakan kedua kriteria tersebut, pemberaian massa batuan pada Pit B masuk pada kriteria easy digging, hard digging, hard ripping dan blast to losen.
ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG EMAS DENGAN KATEGORI MATERIAL LAPISAN PENUTUP YANG LEMAH Alio Jasipto; Simon Heru Prassetyo; Divia Lestari; Tiorivaldi Tiorivaldi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.10605

Abstract

Material lapisan penutup yang lemah merupakan tantangan utama dalam perancangan lereng tambang terbuka karena memiliki kuat geser yang relatif rendah dan kerentanan yang tinggi terhadap ketidakstabilan. Tambang emas yang menjadi lokasi penelitian, lapisan penutup didominasi oleh batuan mudstone sehingga analisis kestabilan lereng menjadi aspek yang sangat penting dalam perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng pit dan lereng timbunan yang memenuhi kriteria pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018. Parameter geoteknik yang representatif diperoleh melalui pengujian laboratorium, meliputi nilai kuat tekan uniaksial hingga diperolah kekuatan massa batuan, hal ini untuk menggambarkan perilaku mekanik batuan lemah secara akurat. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan pemodelan perangkat lunak dengan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb pada kondisi pembebanan statis maupun pseudo-statis akibat gempa. Selain itu, analisis juga mempertimbangkan kondisi hidrogeologi yang paling kritis, yaitu muka air tanah tertinggi dan kondisi lereng jenuh air, sehingga menghasilkan evaluasi kestabilan yang bersifat konservatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa geometri lereng pit yang optimum memiliki tinggi lereng keseluruhan sebesar 62–68 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 31–32°, sedangkan geometri lereng timbunan yang direkomendasikan memiliki tinggi maksimum 15 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 30°. Kedua konfigurasi lereng tersebut memenuhi nilai faktor keamanan minimum dan probabilitas longsor yang dipersyaratkan dalam peraturan untuk kondisi pembebanan statis maupun dinamis. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk desain lereng tambang pada formasi mudstone yang lemah serta menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaruh muka air tanah dan beban gempa dalam evaluasi kestabilan lereng guna menjamin keselamatan operasi penambangan.