Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pola komunikasi, akses informasi, dan pembentukan nilai pada generasi muda. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan terhadap ketahanan ideologi Pancasila, terutama melalui penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, polarisasi sosial, serta penetrasi nilai-nilai global yang tidak selalu selaras dengan karakter bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat ketahanan ideologi Pancasila di era kecerdasan buatan. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi peran, strategi, dan inovasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Pendidikan Kewarganegaraan perlu dilakukan melalui penguatan literasi digital, internalisasi nilai-nilai Pancasila, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Pendidikan Kewarganegaraan berperan strategis dalam membentuk warga negara yang memiliki kesadaran ideologis, kemampuan menyaring informasi, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Pendidikan Kewarganegaraan menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ideologi Pancasila di tengah dinamika perkembangan teknologi kecerdasan buatan.